BerandaTradisinesia
Selasa, 11 Des 2017 00:23

Mengenang Husein, Mengarak Tabot

Masyarakat Bengkulu memadati arena Telong-Telong pada acara Festival Tabot 2015 di Bengkulu, Rabu (21/10/2016). (Antaranews.com/David Muharmansyah)

Festival Tabot di Bengkulu selalu ramai. Festival itu dijadikan salah satu sajian pariwisata di provinsi itu.

Inibaru.id – Pariwisata menjadi sektor paling greget di Indonesia belakangan ini. Potensinya besar. Pelbagai cara pun diupayakan untuk memoles sektor ini, terutama yang berhubungan dengan budaya dan tradisi.

Salah satu provinsi yang cukup bersemangat mengembangkan potensi wisata adalah Bengkulu. Sejumlah atraksi, festival, dan karnaval budaya sudah dipersiapkan. Sekurangnya ada 14 agenda untuk 2018 nanti.

Dari agenda tersebut, tiga di antaranya menjadi unggulan, yakni Festival Pesisir Panjang, Festival Bumi Raflesia, dan Festival Tabot. Nama terakhir bahkan diperkirakan bakal menjadi agenda primer di Bengkulu.

“Festival Tabot masuk dalam 100 premier event nasional,” ungkap Rohidin Mersyah, Plt Gubernur Bengkulu seperti ditulis Tempo.co, Sabtu (9/12/2017).

Festival Tabot biasanya digelar bertepatan dengan Tahun Baru Islam. Selama 10 hari, mereka berkumpul untuk memperingati kematian Husein, cucu Nabi Muhammad Saw. Ratusan ribu warga dari berbagai daerah berkumpul untuk menyaksikan arak-arakan tabot yang diselenggarakan anggota Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) ini.

Baca juga:
Wayang Ajen a.k.a Wayang Seleb dari Kuningan
Ngerebeg, Riasan Seram untuk Membersihkan Jiwa

Husein adalah putra Ali bin Abi Thalib. Dia gugur dalam perang di Padang Karbala, Irak. Nah, untuk mengenang jasa Husein, masyarakat menyelenggarakan festival ini. Tahapan dan tujuan Festival Tabot hampir mirip dengan upacara Karbala di Iran.

Republika.co.id  (30/12/2017) menuliskan, tahun ini panitia menyelenggarakan festival Tabot di lapangan Tugu Kampung, Semarang. Selain arakan Tabot, acara juga diikuti dengan pameran produk unggulan daerah dari 10 kabupaten dan kota.

"Festival ini sudah melegenda di kalangan masyarakat lokal," ujarnya.

Ritual Tabot konon dibawa para penyebar agama Islam dari Punjab, India. Tabot yang diarak dalam ritual itu adalah bangunan bertingkat yang dibuat dengan pilihan warna beragam.

Perayaan ini diselenggarakan kali pertama oleh Syeh Burhanuddin atau lebih dikenal sebagai Imam Senggolo. Dia kemudian menikah dengan perempuan Bengkulu. Nah, keturunan Syeh Burhanuddin disebut KKT. Merekalah yang menyelenggarakan festival Tabot.

Baca juga:
Raja pun Menanak Nasi
Berebut Berkah dalam Kirab Ancak Agung

Tabot memiliki ritual yang menarik. Ada urutan untuk mengikuti ritual tersebut, yakni mengambil tanah, duduk penja, meradai, merajang, arak penja, arak serban, gam atau (masa tenang berkabung dan arak gedang serta tabot terbuang.

Nah, buat kamu yang sepertinya bakal tertarik menikmati Festival Tabot, masih ada beberapa bulan lagi untuk persiapan. Yuk, ke Bengkulu! (OS/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: