BerandaHits
Kamis, 4 Mar 2026 11:01

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

Menemukan uang hilang di Jepang. (FB/Japandaily)

Saking membudidayanya kejujuran di Jepang, uang hilang ternyata bisa kembali ke pemiliknya di sana, Gez.

Inibaru.id - Kalau kamu kehilangan dompet di jalan, apa yang pertama terlintas di pikiran? Panik dan sedih? Tentu saja. Tapi kalau kejadiannya di Tokyo, ceritanya bisa jadi berbeda. Di kota ini, dan di Jepang secara umum, uang hilang justru punya peluang besar untuk kembali ke tangan pemiliknya.

Pada 2025, Kepolisian Metropolitan Tokyo mencatat rekor fantastis: sebanyak 4,5 miliar yen uang tunai diserahkan masyarakat sebagai barang temuan. Kalau dikonversi dengan kurs rata-rata sekitar Rp110 per yen, jumlah itu setara kurang lebih Rp495 miliar!

Angka tersebut naik tipis 0,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Nominalnya bukan cuma besar, tapi juga jadi bukti nyata bahwa tingkat kejujuran di Jepang memang bukan sekadar stereotip di media sosial.

Dari total jumlah uang tersebut, sekitar 3,23 miliar yen (sekitar Rp355 miliar) berhasil dikembalikan kepada pemilik aslinya. Sementara 590 juta yen (sekitar Rp65 miliar) diberikan kepada para penemu sesuai aturan yang berlaku. Sisanya, sekitar 680 juta yen atau kurang lebih Rp75 miliar, masuk sebagai pendapatan pemerintah metropolitan karena tak ada pemilik yang mengambilnya dalam batas waktu tertentu.

Menariknya lagi, jumlah uang terbesar yang pernah diserahkan oleh satu orang dalam satu kasus mencapai 27 juta yen atau sekitar Rp2,97 miliar. Bayangkan menemukan uang miliaran rupiah, lalu dengan sadar membawanya ke kantor polisi alih-alih membawanya pulang. Buat sebagian orang mungkin terdengar mustahil, tapi di Jepang hal seperti ini bukan cerita langka.

Selain uang, ada banyak barang hilang yang ditemukan di sistem Lost and Found di Jepang. (Japandaily/Satoko Kawasaki)

Lebih dari 70 persen kasus uang temuan berasal dari fasilitas umum. Banyak kejadian sederhana, misalnya pelanggan lupa dengan dompetnya di mesin kasir swalayan. Uang yang tertinggal itu kemudian ditemukan petugas atau pelanggan lain dan langsung diserahkan. Sistem yang rapi dan kebiasaan sosial yang terbentuk lama membuat tindakan jujur terasa seperti hal yang wajar, bukan sesuatu yang heroik.

Bukan cuma uang, pengembalian barang hilang lainnya juga mencetak rekor. Sepanjang 2025, sekitar 4,5 juta barang diserahkan ke polisi, naik 3 persen dari tahun sebelumnya. Surat izin mengemudi dan kartu identitas mendominasi dengan jumlah sekitar 820 ribu item. Sementara itu, perangkat elektronik kecil seperti earphone nirkabel juga semakin sering ditemukan dan dikembalikan.

Fenomena ini nggak lepas dari budaya tanggung jawab sosial yang kuat. Sejak kecil, masyarakat Jepang terbiasa diajarkan bahwa menjaga barang orang lain sama pentingnya dengan menjaga milik sendiri. Ditambah lagi, sistem lost and found yang terorganisir membuat orang percaya bahwa menyerahkan barang ke polisi memang langkah paling masuk akal.

Buat kita yang membaca kabar ini dari jauh, mungkin muncul pertanyaan: apakah budaya seperti ini bisa diterapkan di negara lain? Tentu bukan hal instan. Tapi setidaknya, kisah 4,5 miliar yen yang kembali ke pemiliknya jadi pengingat bahwa kejujuran, ketika dijaga bersama-sama, bisa jadi kekuatan sosial yang nyata. Keren banget ya, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: