BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 28 Apr 2026 13:23

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang menyimpan jejak panjang aktivitas vulkanik yang membentuknya hingga menjadi seperti sekarang, tenang di permukaan, namun masih menyisakan energi dari dalam bumi. (Travelspromo)

Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang merupakan gunung api generasi ketiga yang terbentuk dari rangkaian runtuhan dan aktivitas vulkanik sejak ratusan ribu tahun lalu, dan hingga kini masih menyimpan sisa energi panas bumi.

Inibaru.id - Gunung Ungaran berada di wilayah Kabupaten Semarang dan menjadi salah satu gunung yang cukup dikenal di Jawa Tengah. Dari tampilannya, gunung ini terlihat tidak terlalu mencolok dibandingkan gunung lain di sekitarnya. Namun, di balik bentuknya yang sekarang, tersimpan proses geologi panjang yang membentuknya selama ratusan ribu tahun.

Dan tahukah kamu bahwa yang kita lihat hari ini bukanlah Gunung Ungaran yang pertama? Secara geologi, Gunung Ungaran terbentuk dari aktivitas vulkanik tua yang mencapai puncaknya pada masa Pleistosen. Pada fase awal, gunung ini diperkirakan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan bentuknya saat ini.

Sekitar 500.000 tahun lalu, terjadi runtuhan besar pada tubuh gunung yang membentuk cekungan luas menyerupai tapal kuda. Material dari runtuhan tersebut kemudian mengalir ke arah utara dan turut membentuk bentang alam di wilayah Semarang. Merujuk pada referensi dari sumber Badan Geologi Kementerian ESDM, struktur seperti ini merupakan hasil dari ketidakstabilan tubuh gunung api yang menyebabkan sebagian bagiannya ambruk dan menyisakan jejak morfologi yang khas.

Runtuhan tersebut bukan akhir dari aktivitas Gunung Ungaran. Dari sisa struktur yang ada, aktivitas vulkanik kembali membentuk gunung baru yang dikenal sebagai generasi kedua. Proses ini terus berlanjut hingga akhirnya terbentuk Gunung Ungaran yang kita lihat sekarang.

Ungaran saat ini merupakan generasi ketiga yang tumbuh di atas jejak dua generasi sebelumnya. Berdasar referensi dari sumber Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, siklus pembentukan ulang seperti ini umum terjadi pada gunung api, di mana aktivitas vulkanik tidak berhenti pada satu fase, melainkan terus berkembang melalui proses yang panjang.

Energi Panas Bumi

Meski tidak memiliki catatan letusan besar dalam sejarah manusia, Gunung Ungaran belum sepenuhnya kehilangan aktivitasnya. Sisa energi panas dari dalam bumi masih bisa ditemukan di beberapa titik.

Salah satunya berada di kawasan Candi Gedongsongo, di mana terdapat sumber air panas dan uap yang masih aktif hingga kini. Dikutip dari United States Geological Survey (USGS), kondisi ini menunjukkan bahwa sebuah gunung api bisa berada dalam fase tidak aktif secara erupsi, tetapi masih menyimpan aktivitas panas bumi di bawah permukaannya.

Melihat proses terbentuknya, Gunung Ungaran tidak bisa dipahami hanya dari bentuknya saat ini. Ia merupakan hasil dari rangkaian panjang aktivitas alam yang terus berubah dari waktu ke waktu.

Apa yang terlihat hari ini adalah bagian dari proses yang lebih besar, tentang bagaimana sebuah gunung terbentuk, runtuh, lalu kembali muncul dalam bentuk baru. Sebuah siklus alami yang menunjukkan bahwa perubahan selalu menjadi bagian dari cara alam bekerja. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

28 Agu 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan “Layers of Living”, Pameran Dua Seniman dengan Perspektif Berbeda

28 Agu 2026

Berburu Barang Antik di Solo? Ini 3 Tempat Favorit yang Wajib Dikunjungi Kolektor

29 Agu 2026

Komdigi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

31 Agu 2026

Manuskrip Al-Qur’an Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

1 Sep 2026

Transaksi Indonesia-Singapura Bisa Pakai Rupiah dan Dolar Singapura Tanpa US$

2 Sep 2026

Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026

3 Sep 2026

Saat Serayu Jadi Pengantin dalam Prosesi Manten Gethek

4 Sep 2026

Kali Odo Semarang, Sungai yang Justru Deras saat Kemarau

7 Sep 2026

Hipdut, Perpaduan Hip-Hop dan Dangdut yang Dekat dengan Gen Z

8 Sep 2026

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

9 Sep 2026

Jalan Pantura, Jalur Bersejarah yang Menjadi Urat Nadi Pulau Jawa

10 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: