BerandaKulinary
Jumat, 23 Apr 2026 15:03

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

Hangatnya adon-adon coro, minuman khas Jepara yang konon pernah menemani keseharian Raden Ajeng Kartini. (Cookpad)

Adon-adon coro, minuman rempah khas Jepara yang konon menjadi favorit Raden Ajeng Kartini, bukan hanya menghangatkan tubuh tetapi juga menyimpan jejak budaya dan sejarah dari masa lalu.

Inibaru.id - Setiap 21 April, nama Raden Ajeng Kartini kembali ramai dibicarakan. Dari kebaya hingga pemikirannya tentang perempuan, semuanya terasa dekat dengan keseharian kita hari ini. Tapi pernahkah kamu bertanya-tanya: bagaimana dengan hal-hal sederhana yang mungkin juga ia nikmati? Misalnya, makanan dan minuman favoritnya.

Nah, kalau bicara soal itu, di Jepara, kampung halaman Kartini, punya satu minuman tradisional yang sering disebut-sebut sebagai kesukaannya, namanya adon-adon coro. Nama yang unik, bahkan sedikit mengecoh, karena “coro” dalam bahasa Jawa berarti kecoak. Tapi tentu saja, minuman ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan itu. Justru sebaliknya, adon-adon coro adalah racikan rempah yang hangat sekaligus menyehatkan.

Adon-adon coro pada dasarnya adalah minuman tradisional berbasis jamu yang dipadukan dengan santan dan gula merah. Bahan-bahannya sederhana, tapi kaya rasa: jahe, kayu manis, cengkeh, merica, daun pandan, hingga lengkuas. Semua direbus bersama santan dan gula merah hingga menghasilkan minuman dengan rasa manis, hangat, dan sedikit pedas dari rempah-rempahnya.

Yang membuatnya semakin khas adalah sentuhan kelapa muda yang dipotong kecil atau memanjang, lalu disangrai dan ditaburkan di atasnya. Tekstur renyah dari kelapa ini jadi pelengkap yang unik membuat setiap tegukan nggak cuma hangat, tapi juga kaya rasa.

Sekilas, adon-adon coro memang mirip dengan minuman tradisional lain seperti sarabba’ dari Sulawesi atau wedang jahe dari Jawa. Namun, perpaduan santan dan rempah yang lebih kompleks membuat cita rasanya berbeda. Lebih gurih, lebih pekat, dan punya karakter yang kuat sebagai minuman khas pesisir utara Jawa.

Lebih dari sekadar minuman, adon-adon coro menyimpan rasa, tradisi, dan jejak sejarah dari tanah Kartini. (Pacarkecilku.wordpress)

Minuman Kalangan Priyayi

Di masa lalu, minuman ini bahkan konon disajikan di lingkungan bangsawan atau kalangan priyayi. Nggak heran jika kemudian ia dikaitkan dengan Kartini, yang lahir sebagai putri Bupati Jepara. Meski tidak banyak catatan tertulis yang secara eksplisit menyebut menu favoritnya, tradisi lisan dan cerita lokal menyebut adon-adon coro sebagai salah satu minuman yang lekat dengan keseharian di lingkungan tempat Kartini tumbuh.

Lebih dari sekadar minuman, adon-adon coro juga merepresentasikan cara masyarakat Jawa merawat tubuh dan rasa. Kandungan jahe dan rempah-rempah di dalamnya dipercaya dapat menghangatkan tubuh, meredakan masuk angin, hingga membantu menjaga daya tahan. Tidak heran jika minuman ini sering jadi pilihan saat musim hujan atau ketika tubuh mulai terasa tidak fit.

Saat ini, adon-adon coro masih bisa ditemukan di Jepara, salah satunya di sekitar kawasan alun-alun kota. Namun, jika tidak sempat berkunjung, minuman ini juga bisa dibuat sendiri di rumah karena bahan dan caranya relatif sederhana.

Di tengah banyaknya minuman modern yang terus bermunculan, adon-adon coro menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner lokal tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang patut dirawat. Dari Jepara, minuman ini tetap bertahan sebagai bagian dari cerita panjang tradisi yang nggak lekang oleh waktu, dan tetap relevan untuk dinikmati hingga hari ini. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

31 Mei 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: