BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 16 Jul 2026 11:06

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Istana Kepresidenan Yogyakarta kini dapat dikunjungi masyarakat secara gratis melalui program ISTURA dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara daring. (Wikipedia)

Program ISTURA membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi Istana Kepresidenan Yogyakarta secara gratis sekaligus mengenal lebih dekat sejarah bangsa dan koleksi seni yang dimilikinya.

Inibaru.id – Ada kabar menarik bagi kamu yang gemar wisata sejarah dan budaya. Kini, masyarakat bisa mengunjungi Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung secara gratis melalui program ISTURA (Istana untuk Rakyat).

Program ini membuka kesempatan bagi publik untuk melihat lebih dekat salah satu bangunan bersejarah yang menjadi simbol perjalanan bangsa. Tak hanya menikmati kemegahan arsitekturnya, pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi karya seni para maestro Indonesia hingga berbagai benda bersejarah yang tersimpan di dalam kompleks istana.

Mengutip laman resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (16/7/2026), seluruh rangkaian kunjungan tidak dipungut biaya. Namun, calon pengunjung wajib melakukan pendaftaran secara daring dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.

Cara Mendaftar Kunjungan Gratis ke Gedung Agung

Program ISTURA terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, organisasi, instansi pemerintah maupun swasta, hingga masyarakat umum.

Adapun langkah-langkah pendaftarannya sebagai berikut:

  1. Mengakses laman resmi pendaftaran ISTURA.
  2. Memilih jadwal kunjungan yang tersedia pada hari Senin hingga Kamis.
  3. Memilih jam kunjungan, yakni pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 13.00, atau 14.00 WIB.
  4. Menyiapkan surat permohonan kunjungan yang memuat identitas instansi atau organisasi, tujuan kunjungan, periode kunjungan, jumlah peserta, nama koordinator, NIK, nomor telepon/WhatsApp, serta tanda tangan penanggung jawab.
  5. Mengisi data diri dan mengunggah dokumen persyaratan melalui sistem.
  6. Menunggu proses verifikasi dari pengelola. Hasil persetujuan akan dikirim melalui WhatsApp dalam waktu sekitar 1–3 hari kerja.

Seluruh proses pendaftaran hingga pelaksanaan kunjungan tidak dikenakan biaya.

Gedung Agung bukan sekadar bangunan tua. Bangunan yang berdiri sejak 1824 ini merupakan salah satu saksi penting perjalanan sejarah Indonesia. Awalnya, gedung bergaya arsitektur klasik Eropa tersebut digunakan sebagai kantor Residen Belanda sebelum akhirnya menjadi salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Keaslian bangunan masih dipertahankan hingga sekarang. Halaman yang luas dengan pepohonan rindang turut menghadirkan suasana teduh di tengah hiruk-pikuk kawasan Malioboro dan pusat Kota Yogyakarta.

Salah satu destinasi utama dalam program ISTURA adalah Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta. Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati beragam koleksi seni bernilai tinggi, mulai dari lukisan karya maestro Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah, hingga Dullah.

Selain lukisan, museum juga menyimpan koleksi patung perunggu, keramik antik, serta berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan bangsa Indonesia.

Tur Edukatif dengan Pemandu Resmi

Selama kunjungan, peserta akan didampingi pemandu resmi yang menjelaskan sejarah Gedung Agung beserta kisah di balik koleksi yang dipamerkan. Dengan begitu, kunjungan tidak hanya menjadi wisata rekreasi, tetapi juga pengalaman edukatif yang memperkaya wawasan sejarah.

Pengunjung juga diperbolehkan mengabadikan momen di beberapa area yang telah ditentukan. Namun, penggunaan lampu kilat (flash) saat memotret tidak diperkenankan demi menjaga kondisi koleksi museum.

Selain itu, setiap pengunjung diharapkan ikut menjaga kelestarian koleksi dengan tidak menyentuh lukisan, patung, keramik antik, maupun etalase yang ada di dalam museum.

Melalui program ISTURA, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal salah satu istana kepresidenan Indonesia dari dekat. Program ini menjadi alternatif wisata sejarah yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat nilai edukasi bagi semua kalangan. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Mengenal Sekaten, Tradisi Maulid Nabi Warisan Dakwah Wali Songo

25 Agu 2026

Indonesia Mulai Program PLTS, 14 Proyek Jadi Tahap Awal

26 Agu 2026

Wayang Klithik, Wayang Kayu Pipih yang Lahir dari Tradisi Jawa dan Bunyi "Klithik"

27 Agu 2026

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026

28 Agu 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan “Layers of Living”, Pameran Dua Seniman dengan Perspektif Berbeda

28 Agu 2026

Berburu Barang Antik di Solo? Ini 3 Tempat Favorit yang Wajib Dikunjungi Kolektor

29 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: