BerandaHits
Rabu, 14 Jul 2026 09:02

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan sebagai simbol dimulainya kolaborasi konservasi warisan budaya antara Indonesia dan India. (Sekretariat Kabinet)

Indonesia dan India berkolaborasi mengonservasi Candi Prambanan melalui restorasi 224 candi perwara untuk memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pariwisata berkualitas.

Inibaru.id - Indonesia dan India memperkuat kerja sama di bidang pelestarian warisan budaya melalui program konservasi dan restorasi Candi Prambanan. Kolaborasi ini menjadi salah satu hasil penting dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi bersama Presiden RI Prabowo Subianto ke kompleks Candi Prambanan pada Rabu (9/7).

Dalam kunjungan tersebut, Narendra Modi menyebut Candi Prambanan sebagai simbol warisan budaya yang menghubungkan Indonesia dan India selama berabad-abad. Menurutnya, keberadaan candi yang telah berusia lebih dari 1.200 tahun itu menjadi bukti kuat kedekatan sejarah dan budaya kedua negara.

Program konservasi akan difokuskan pada restorasi 224 candi perwara atau candi pendamping di kawasan Prambanan. Prosesnya dilakukan melalui pendekatan ilmiah, mulai dari penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas konservator Indonesia dan India.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut baik kerja sama tersebut. Sebagai induk perusahaan pengelola Candi Prambanan melalui InJourney Destination Management (IDM), InJourney menilai kolaborasi ini sejalan dengan upaya mengembangkan destinasi wisata berkelas dunia berbasis pelestarian budaya.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan kerja sama ini bukan hanya menjaga kelestarian salah satu situs warisan dunia, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Indonesia di pasar India yang memiliki populasi sekitar 1,4 miliar jiwa sekaligus mendorong pertumbuhan wisatawan mancanegara berkualitas.

"Kami optimistis kolaborasi ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia, khususnya di pasar India, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya UMKM, dan berkembangnya ekonomi kreatif di sekitar destinasi," ujar Maya.

Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin, menegaskan seluruh proses konservasi akan tetap mengedepankan prinsip keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah sesuai standar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah candi yang berhasil dipugar, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas konservator Indonesia serta berkembangnya praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan.

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjelaskan bahwa sejak 2022 kawasan Candi Prambanan telah ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia. Karena itu, kawasan tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya, spiritualitas, pendidikan, dan kerja sama internasional.

India sendiri merupakan salah satu pasar potensial bagi sektor pariwisata Indonesia. Data menunjukkan rata-rata hampir 4.000 wisatawan asal India mengunjungi Candi Prambanan setiap tahun. Dengan adanya kunjungan kenegaraan ini, InJourney berharap minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia terus meningkat.

Sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, Candi Prambanan mencatat sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahun. Melalui kolaborasi konservasi ini, Prambanan diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi heritage kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan quality tourism, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Perusahaan Kereta Asal Swiss Lirik Indonesia sebagai Basis Produksi untuk Pasar Asia

30 Jun 2026

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina DEX Turun Mulai 1 Juli 2026, Pertamax Tetap

1 Jul 2026

DJP Siap Terapkan Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026

1 Jul 2026

Mulai 1 Juli 2027, Empat Marketplace Resmi Pungut Pajak Pedagang Online

2 Jul 2026

Tabung CNG 3 Kg Segera Diuji, Diklaim Lebih Aman dari LPG

3 Jul 2026

Pemerintah Siapkan 39 Bandara Baru, Total Bandar Udara di Indonesia Bakal Jadi 296

4 Jul 2026

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: