BerandaHits
Rabu, 7 Jul 2026 15:16

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

Tangkapan layar entri "anjir" pada KBBI yang menunjukkan bahwa kata tersebut memiliki beberapa makna selain yang dikenal dalam bahasa gaul. (KBBI Daring)

Kata "anjir" yang populer sebagai bahasa gaul ternyata memiliki makna berbeda menurut KBBI dan telah lama dikenal sebagai salah satu istilah dalam dunia kenelayanan di Pantura Jawa Tengah.

Inibaru.id - Kata "anjir" sering kali muncul dalam percakapan anak muda maupun media sosial. Biasanya, kata ini digunakan untuk mengekspresikan rasa kaget, kagum, atau kesal, sehingga banyak orang menganggapnya sebagai bentuk lain dari umpatan "anjing".

Lantas, benarkah "anjir" merupakan kata kasar?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata anjir justru memiliki makna yang sama sekali berbeda dan tidak berkaitan dengan umpatan.

Dalam KBBI, kata anjir memiliki tiga arti.

Pertama, anjir berarti terusan, saluran air, atau kanal.

Kedua, anjir merupakan nama pohon ara (Ficus carica).

Ketiga, anjir berarti penanda letak jebakan rajungan, biasanya berupa kayu atau balok yang diberi warna mencolok agar mudah dikenali.

Artinya, secara kebahasaan, kata anjir bukanlah kata kasar.

Meski demikian, penggunaan kata anjir di media sosial dan percakapan sehari-hari memang mengalami pergeseran makna.

Banyak orang memakainya sebagai bentuk "pelembutan" dari kata "anjing", sama seperti variasi lain seperti anjay, anjrit, anying, atau ajig. Dalam konteks inilah anjir sering dipakai sebagai ekspresi spontan ketika terkejut, kagum, atau kesal.

Karena berasal dari variasi umpatan tersebut, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan situasi dan lawan bicara.

Sudah Lama Digunakan Nelayan Pantura

Menariknya, jauh sebelum populer di media sosial, kata anjir ternyata sudah lama dikenal di kalangan nelayan di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Istilah ini bahkan tercatat dalam Glosarium Istilah Kenelayanan di Jawa Tengah yang diterbitkan Balai Bahasa Jawa Tengah pada 2017. Buku tersebut menghimpun 424 istilah yang digunakan masyarakat nelayan di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Pantura.

Tim penyusunnya terdiri atas Enita Istriwati, Endro Nugroho Wasono Aji, dan Agus Sudono. Data glosarium diperoleh melalui wawancara dengan nelayan di Kelurahan Tasik Agung dan Tanjungsari, Kabupaten Rembang.

Dalam glosarium tersebut, anjir memiliki padanan kata tenger dan tumbal.

Ketiganya merujuk pada penanda jaring atau jebakan rajungan yang dibuat dari pelampung, kain, dobos, maupun bahan lain agar nelayan mudah menemukan kembali lokasi alat tangkap yang telah dipasang di laut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sebuah kata dapat memiliki makna berbeda tergantung konteks penggunaannya.

Di media sosial, anjir lebih sering dipahami sebagai ekspresi dalam bahasa gaul. Namun, dalam bahasa Indonesia baku dan tradisi kenelayanan Pantura Jawa Tengah, kata tersebut memiliki arti yang sama sekali berbeda dan telah digunakan sejak lama.

Karena itu, sebelum menyimpulkan bahwa anjir adalah kata kasar, penting untuk melihat konteks pemakaiannya. Sebab, menurut KBBI maupun khazanah istilah nelayan Pantura, anjir justru merupakan kosakata yang memiliki makna khusus dan menjadi bagian dari kekayaan bahasa Indonesia. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Prabowo Ungkap Rencana Bikin Bensin dari Batu Bara, Ini Tantangannya

22 Sep 2026

BDx Bangun Pusat Data AI 640 MW di Jatiluhur

23 Sep 2026

Dari Kuliner Perantauan hingga Jadi Identitas Daerah, Ini Fakta Menarik Mi Ayam Wonogiri

24 Sep 2026

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi

25 Sep 2026

670 Penari Bawa Tari Lajur Caping Kalo Kudus Pecahkan Rekor MURI

26 Sep 2026

67 Juta Orang Gunakan QRIS, Apakah Masyarakat Mulai Tinggalkan Uang Tunai?

28 Sep 2026

Dari Gunung hingga Tokoh Wayang, Ini Inspirasi Nama Kereta Api di Indonesia

29 Sep 2026

Antrean Haji Dipangkas, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun

29 Sep 2026

Vaksin Hewan Buatan Indonesia Perdana Diekspor ke Afrika

30 Sep 2026

STNK Digital Resmi Diluncurkan, Dokumen Kendaraan Bisa Diakses dari Ponsel

1 Okt 2026

Terapi TBC Dikembangkan Lebih Singkat untuk Cegah Putus Obat

2 Okt 2026

Kios SIM Hadir, Perpanjang SIM A dan C Bisa Cetak Mandiri

3 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: