BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 10 Jul 2026 12:20

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa penetapan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa didasarkan pada pertimbangan historis dan amanat konstitusi. (Menpan)

Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena memiliki nilai historis yang berkaitan dengan sidang BPUPKI pada 1945 sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keberagaman, toleransi, dan penghormatan terhadap penghayat kepercayaan di Indonesia.

Inibaru.id - Pemerintah resmi menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengutip dari detikcom, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa tanggal tersebut dipilih karena memiliki nilai historis sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keberagaman dan toleransi yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.

Menurut Fadli, pemilihan 13 Juli berkaitan dengan salah satu momen penting menjelang kemerdekaan Indonesia, yakni rapat besar Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 13 Juli 1945 yang membahas rancangan konstitusi.

"Penetapan tanggal 13 Juli juga adalah satu penetapan yang historis, karena ini dikaitkan dengan rapat besar tanggal 13 Juli tahun 1945 ketika pembicaraan tentang konstitusi kita," kata Fadli dalam acara bersama Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (6/7), seperti dikutip dari detikcom.

Fadli menjelaskan, penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa juga merupakan amanat konstitusi. Hal itu merujuk pada Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa negara berkewajiban memajukan kebudayaan nasional sekaligus menjamin masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Selain itu, kebijakan tersebut juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan keberagaman budaya dan kepercayaan sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

"Penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini menjadi pengingat kita semua bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman, toleransi, penghormatan terhadap martabat setiap warga negara," ujar Fadli.

Meski telah menetapkan hari peringatannya, pemerintah belum berencana menjadikan 13 Juli sebagai hari libur nasional.

Fadli mengakui usulan tersebut mungkin mendapat banyak dukungan, tetapi hingga kini belum menjadi keputusan pemerintah.

"Meskipun kalau ditawarkan pasti banyak yang mau, tapi liburnya mungkin nanti kalau ada diperjuangkan itu bisa saja fakultatif," katanya.

Masih mengutip dari detikcom, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, mengungkapkan bahwa penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui proses yang cukup panjang.

Menurut Restu, usulan penetapan hari peringatan tersebut telah diajukan oleh Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) sejak 2005. Pembahasannya juga melibatkan para penghayat kepercayaan serta berbagai organisasi di bawah naungan MLKI yang difasilitasi oleh Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat.

Proses panjang tersebut menunjukkan bahwa penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukan sekadar penambahan hari peringatan dalam kalender nasional, melainkan bagian dari upaya negara memberikan pengakuan terhadap keberadaan para penghayat kepercayaan sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

Melalui peringatan yang jatuh setiap 13 Juli, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa keberagaman keyakinan merupakan salah satu fondasi yang membentuk Indonesia sejak awal berdirinya bangsa. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: