BerandaHits
Minggu, 27 Jun 2026 12:43

Pertamina: Harga BBM Berpotensi Turun Bertahap Mulai Juli

Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU Pertamina. Pertamina membuka peluang penurunan harga BBM secara bertahap mulai awal Juli 2026 mengikuti tren penurunan harga minyak mentah dunia. (Chatgpt AI)

PT Pertamina membuka peluang menurunkan harga BBM secara bertahap mulai awal Juli 2026 seiring turunnya harga minyak dunia, dengan penyesuaian yang dilakukan berdasarkan rata-rata harga minyak bulan sebelumnya.

Inibaru.id - Kabar baik bagi masyarakat. PT Pertamina (Persero) membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap mulai awal Juli 2026. Rencana tersebut seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, mengatakan Dewan Komisaris telah memberikan masukan kepada Direksi agar terus memproyeksikan struktur biaya sehingga harga energi bisa semakin terjangkau.

"Untuk itu, kami telah memberikan masukan kepada Direksi dan terus mendorong serta memproyeksikan di awal bulan depan ini diharapkan sudah mulai ada penyesuaian atau penurunan harga secara bertahap," ujar Iriawan, dikutip Jumat (26/6/2026).

Menurut Iriawan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Pertamina selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dan bangsa dalam menjalankan kebijakan energi nasional. Karena itu, Dewan Komisaris terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap kebijakan perusahaan tetap berpihak kepada masyarakat.

Penyesuaian Harga Tidak Bisa Dilakukan Seketika

Meski harga minyak dunia sedang menurun, Iriawan menjelaskan penyesuaian harga BBM tidak bisa langsung mengikuti fluktuasi harian di pasar internasional.

Hal itu karena Pertamina menggunakan formula harga rata-rata minyak mentah pada bulan sebelumnya. Artinya, terdapat jeda waktu mulai dari proses pengadaan, pengolahan hingga distribusi BBM kepada masyarakat.

"Minyak yang kita proses dan distribusikan saat ini sebenarnya adalah hasil pembelian dengan harga rata-rata bulan lalu, yang posisinya saat itu memang masih relatif tinggi, di atas USD80 per barel. Ada jeda waktu dalam proses pengadaan hingga produksi," jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme evaluasi harga secara berkala juga bertujuan melindungi masyarakat dari gejolak harga energi global yang sangat fluktuatif. Dengan menggunakan rata-rata harga bulanan, konsumen tidak langsung terkena dampak ketika harga minyak dunia tiba-tiba melonjak.

Iriawan memperkirakan penurunan harga BBM yang lebih signifikan baru akan terlihat mulai 1 Agustus 2026. Pada periode tersebut, perhitungan harga rata-rata bulanan diperkirakan sudah sepenuhnya mencerminkan tren penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Pasokan Energi Nasional Dipastikan Aman

Di sisi lain, Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas.

Iriawan menyampaikan kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah berhasil melintasi Selat Hormuz dan mencapai titik aman pada Rabu (24/6) waktu setempat.

Menurutnya, Pertamina terus memantau perkembangan situasi global melalui crisis center PIS yang beroperasi selama 24 jam bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran.

Sementara itu, armada lain, yakni VLCC Pertamina Pride yang berada di Teluk Arab, masih dalam tahap persiapan operasi dengan mempertimbangkan perkembangan risiko serta rekomendasi dari berbagai pihak internasional. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: