BerandaKulinary
Minggu, 19 Sep 2026 13:04

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

Gatot, olahan singkong khas Gunungkidul yang tetap bertahan di tengah semakin populernya jajanan kekinian. (RRI)

Gatot merupakan jajanan tradisional khas Gunungkidul berbahan singkong yang memiliki warna gelap dan tekstur kenyal, dengan nama yang konon berasal dari istilah “gagal total” karena singkongnya gagal menjadi gaplek.

Inibaru.id - Nama Gatot mungkin lebih sering terdengar sebagai nama seseorang. Namun, di Gunungkidul, nama tersebut justru melekat pada salah satu jajanan tradisional berbahan dasar singkong.

Gatot atau gathot memiliki warna gelap dengan tekstur kenyal. Biasanya, jajanan ini disajikan bersama parutan kelapa yang memberikan perpaduan rasa gurih dan khas.

Di balik tampilannya yang sederhana, Gatot memiliki cerita menarik. Salah satu versi yang berkembang menyebutkan bahwa makanan ini berawal dari singkong yang gagal diolah menjadi gaplek.

Bagi masyarakat Gunungkidul, singkong sejak lama menjadi salah satu sumber pangan penting. Kondisi wilayah yang dikenal kering dan tidak selalu mudah untuk ditanami padi membuat masyarakat memanfaatkan singkong dalam berbagai bentuk olahan.

Salah satunya adalah gaplek, yakni singkong yang dibelah atau dipotong, lalu dijemur hingga kering. Gaplek kemudian dapat diolah kembali menjadi berbagai jenis makanan.

Namun, proses pengeringan singkong tentu bergantung pada cuaca. Ketika hujan turun dan proses penjemuran tidak berjalan sebagaimana mestinya, singkong dapat mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap.

Bahan yang semula diharapkan menjadi gaplek tersebut ternyata tidak selalu dibuang.

Singkong yang telah berubah dapat direndam dan dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, bahan dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan dikukus hingga matang.

Dari proses inilah lahir makanan dengan warna gelap dan tekstur kenyal yang kemudian dikenal sebagai Gatot.

Konon Berasal dari “Gagal Total”

Ada cerita menarik mengenai asal-usul nama Gatot. Salah satu versi menyebutkan bahwa nama tersebut merupakan singkatan dari “gagal total”.

Istilah itu dikaitkan dengan singkong yang semula hendak diolah menjadi gaplek, tetapi prosesnya tidak berjalan sesuai rencana. Alih-alih dibuang, bahan tersebut justru dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi makanan.

Meski begitu, cerita “gagal total” merupakan salah satu versi yang berkembang di masyarakat mengenai penamaan Gatot.

Terlepas dari asal-usul namanya, Gatot memperlihatkan cara masyarakat masa lalu memanfaatkan bahan pangan yang tersedia. Bahan yang tidak lagi dapat digunakan sesuai rencana awal tetap diolah agar tidak terbuang.

Gatot juga disebut telah menjadi salah satu pangan yang dikonsumsi masyarakat sejak masa sulit, ketika ketersediaan beras terbatas dan singkong menjadi salah satu alternatif sumber makanan.

Kini, Gatot tetap dikenal sebagai jajanan tradisional yang lekat dengan Gunungkidul. Meski keberadaannya tak selalu mudah ditemukan dan kalah populer dibandingkan jajanan modern, makanan sederhana ini masih menjadi bagian dari kekayaan kuliner Jawa.

Dari singkong yang konon dianggap “gagal total”, lahirlah makanan yang justru mampu bertahan lintas generasi. Warna gelap, tekstur kenyal, serta parutan kelapa di atasnya menjadi ciri khas Gatot yang sulit disamakan dengan olahan singkong lainnya. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: