Inibaru.id - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026). Pergantian ini menjadi salah satu reshuffle paling menyita perhatian karena terjadi secara cepat, bahkan hanya beberapa jam setelah Purbaya masih menjalankan tugas sebagai bendahara negara dalam rapat kerja bersama DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan.
Seperti dikutip dari Kompas, pengamat politik dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Djayadi Hanan, menilai pergantian tersebut tidak lepas dari berbagai kontroversi yang mengiringi kepemimpinan Purbaya. Mulai dari pernyataan dan pola komunikasi yang memicu respons negatif pasar hingga sejumlah gesekan dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan ialah polemik Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang belum dibayarkan sehingga memunculkan ketegangan antara Kementerian Keuangan dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Selain itu, kebijakan pengetatan dan pemotongan anggaran transfer ke daerah juga disebut turut memicu dinamika hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
Djayadi menilai gaya komunikasi Purbaya yang kerap dianggap terlalu lugas atau “koboi” menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi publik dan pasar. Karena itu, penunjukan Suahasil dipandang sebagai langkah korektif Presiden Prabowo untuk memulihkan kepercayaan serta menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih tenang dan stabil.
Bukan sosok baru di Kementerian Keuangan, Suahasil memiliki pengalaman panjang di bidang fiskal. Pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970, itu telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan tetap menduduki posisi tersebut pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia juga merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dengan latar belakang pendidikan ekonomi dari Universitas Indonesia dan Cornell University, Amerika Serikat.
Usai dilantik di Istana Negara, Suahasil langsung menuju Kantor Kementerian Keuangan dan disambut jajaran pejabat eselon I. Dalam pernyataan perdananya, ia menegaskan fokus utama pemerintah adalah menjaga kredibilitas APBN agar tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas nasional.
“Tugasnya adalah menjaga keuangan negara, memastikan APBN terus menumbuhkan dan menstabilkan ekonomi kita,” ujar Suahasil.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinannya bukan untuk mengubah arah kebijakan secara drastis, melainkan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan. APBN, menurutnya, harus terus memberikan manfaat nyata melalui penguatan konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, serta dukungan terhadap ekspor.
Pergantian Menteri Keuangan ini menandai babak baru pengelolaan fiskal nasional. Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan menjaga hubungan harmonis dengan berbagai pihak, pemerintah tampaknya memilih sosok yang dinilai mampu menghadirkan stabilitas, menjaga kepercayaan pasar, sekaligus memperkuat komunikasi publik. (Ning/E01)
