BerandaHits
Kamis, 9 Sep 2026 15:13

20 Kisah Perjuangan Bakal Diangkat Kemenbud ke Layar Lebar

Kementerian Kebudayaan memilih 20 proposal film untuk diproduksi melalui Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 sebagai upaya mengenalkan kembali kisah perjuangan bangsa kepada generasi muda. (Dok. Kemenbud)

Kementerian Kebudayaan akan memproduksi 20 film kepahlawanan melalui Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026. Tujuh film panjang dan 13 film pendek tersebut mengangkat beragam kisah perjuangan bangsa Indonesia pada periode 1945-1950.

Inibaru.id - Sebanyak 20 proposal film terpilih sebagai pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 yang digelar Kementerian Kebudayaan. Terdiri atas tujuh film panjang dan 13 film pendek, karya-karya tersebut akan mengangkat beragam kisah perjuangan bangsa Indonesia pada periode 1945-1950.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan program tersebut menjadi langkah afirmatif pemerintah untuk memperkuat genre film kepahlawanan dalam ekosistem perfilman nasional. Film dinilai dapat menjadi medium untuk menghadirkan kembali sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia," kata Fadli dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Menurut Fadli, film-film yang lahir dari program tersebut diharapkan tidak sekadar menghadirkan nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan. Karya-karya itu juga diharapkan dapat membantu mendekatkan generasi muda dengan sejarah Indonesia.

"Kita ingin film-film ini selain kuat secara artistik dan sinematik, tetapi juga berbasis riset dan akurat secara historis," ujarnya.

Lewati Seleksi Berlapis

Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 dibuka pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2026. Selama periode tersebut, Kementerian Kebudayaan menerima 143 proposal yang terdiri atas 54 proposal film panjang dan 89 film pendek.

Seluruh proposal kemudian melewati beberapa tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, penilaian proposal dan naskah, presentasi atau pitching, hingga rapat pleno dewan juri.

Penilaian mencakup kekuatan gagasan, kualitas dan relevansi cerita, kesiapan produksi, pendekatan sinematik, serta kesesuaian cerita dengan konteks perjuangan bangsa Indonesia pada 1945-1950.

Untuk menjaga keseimbangan antara aspek artistik dan sejarah, Kementerian Kebudayaan melibatkan sineas serta sejarawan dalam proses penjurian.

Perwakilan dewan juri kategori film panjang, Tesadesrada Ryza, mengatakan proposal yang masuk menunjukkan beragam sudut pandang dalam memaknai perjuangan bangsa.

"Proposal-proposal yang kami terima menunjukkan keragaman sudut pandang dan pendekatan kreatif dalam memaknai perjuangan bangsa," ujarnya.

Menurut dia, pemenang dipilih dengan mempertimbangkan kekuatan cerita, pendekatan sinematik, kesiapan produksi, serta potensi gagasan untuk dikembangkan menjadi film yang utuh dan bertanggung jawab.

Daftar 20 Film Pemenang

Berikut daftar proposal yang terpilih dalam Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026:

Film panjang:

  1. Barisan Penghibur
  2. Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama
  3. Rengasdengklok
  4. Kapalselam Kalibayam
  5. Sakura di Telawang
  6. Rai
  7. Pintu Tertutup

Film pendek:

  1. Arang Kobar Juang
  2. Belantara Raya
  3. Buleun Purnama, di Nanggroe
  4. Darah Djoeang
  5. Desing Peluru Tak Bertuan
  6. Ibu Raih
  7. Jam 7 Pagi (Makassar, 1947)
  8. Menara Terakhir
  9. Operasi Malino: Lembar yang Hilang
  10. Seriboe Soedirman
  11. Suara Republik
  12. Timur 1950
  13. Yang Tenggelam Saat Fajar

Melalui program tersebut, Kementerian Kebudayaan berharap film kepahlawanan dapat berkembang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat literasi sejarah.

Film-film yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu memperkenalkan kembali berbagai kisah perjuangan kepada generasi muda dengan tetap mengedepankan riset, akurasi sejarah, serta pendekatan sinematik yang relevan dengan penonton masa kini. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: