Inibaru.id - Setiap 21 April, nama Raden Ajeng Kartini kembali ramai dibicarakan. Dari kebaya hingga pemikirannya tentang perempuan, semuanya terasa dekat dengan keseharian kita hari ini. Tapi pernahkah kamu bertanya-tanya: bagaimana dengan hal-hal sederhana yang mungkin juga ia nikmati? Misalnya, makanan dan minuman favoritnya.
Nah, kalau bicara soal itu, di Jepara, kampung halaman Kartini, punya satu minuman tradisional yang sering disebut-sebut sebagai kesukaannya, namanya adon-adon coro. Nama yang unik, bahkan sedikit mengecoh, karena “coro” dalam bahasa Jawa berarti kecoak. Tapi tentu saja, minuman ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan itu. Justru sebaliknya, adon-adon coro adalah racikan rempah yang hangat sekaligus menyehatkan.
Adon-adon coro pada dasarnya adalah minuman tradisional berbasis jamu yang dipadukan dengan santan dan gula merah. Bahan-bahannya sederhana, tapi kaya rasa: jahe, kayu manis, cengkeh, merica, daun pandan, hingga lengkuas. Semua direbus bersama santan dan gula merah hingga menghasilkan minuman dengan rasa manis, hangat, dan sedikit pedas dari rempah-rempahnya.
Yang membuatnya semakin khas adalah sentuhan kelapa muda yang dipotong kecil atau memanjang, lalu disangrai dan ditaburkan di atasnya. Tekstur renyah dari kelapa ini jadi pelengkap yang unik membuat setiap tegukan nggak cuma hangat, tapi juga kaya rasa.
Sekilas, adon-adon coro memang mirip dengan minuman tradisional lain seperti sarabba’ dari Sulawesi atau wedang jahe dari Jawa. Namun, perpaduan santan dan rempah yang lebih kompleks membuat cita rasanya berbeda. Lebih gurih, lebih pekat, dan punya karakter yang kuat sebagai minuman khas pesisir utara Jawa.
Minuman Kalangan Priyayi
Di masa lalu, minuman ini bahkan konon disajikan di lingkungan bangsawan atau kalangan priyayi. Nggak heran jika kemudian ia dikaitkan dengan Kartini, yang lahir sebagai putri Bupati Jepara. Meski tidak banyak catatan tertulis yang secara eksplisit menyebut menu favoritnya, tradisi lisan dan cerita lokal menyebut adon-adon coro sebagai salah satu minuman yang lekat dengan keseharian di lingkungan tempat Kartini tumbuh.
Lebih dari sekadar minuman, adon-adon coro juga merepresentasikan cara masyarakat Jawa merawat tubuh dan rasa. Kandungan jahe dan rempah-rempah di dalamnya dipercaya dapat menghangatkan tubuh, meredakan masuk angin, hingga membantu menjaga daya tahan. Tidak heran jika minuman ini sering jadi pilihan saat musim hujan atau ketika tubuh mulai terasa tidak fit.
Saat ini, adon-adon coro masih bisa ditemukan di Jepara, salah satunya di sekitar kawasan alun-alun kota. Namun, jika tidak sempat berkunjung, minuman ini juga bisa dibuat sendiri di rumah karena bahan dan caranya relatif sederhana.
Di tengah banyaknya minuman modern yang terus bermunculan, adon-adon coro menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner lokal tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang patut dirawat. Dari Jepara, minuman ini tetap bertahan sebagai bagian dari cerita panjang tradisi yang nggak lekang oleh waktu, dan tetap relevan untuk dinikmati hingga hari ini. (Ike/E01)
