BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 17 Sep 2026 11:54

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) karya Kamila Andini terpilih menjadi wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. (Dok. Forka Films)

Film karya Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), terpilih menjadi wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027.

Inibaru.id - Film karya Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), terpilih menjadi wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.

Kabar tersebut diumumkan Forka Films selaku rumah produksi melalui media sosial pada Rabu (16/9/2026). Film yang dibintangi Putri Marino dan Arya Saloka itu akan diajukan dalam seleksi nominasi kategori film fitur internasional.

“Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) telah terpilih sebagai perwakilan resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 (Oscars 2027),” tulis Forka Studio dalam unggahannya.

Kamila Andini mengaku merasa terhormat film garapannya dipercaya membawa nama Indonesia ke ajang penghargaan film bergengsi tersebut. Menurutnya, Empat Musim Pertiwi memang berakar kuat pada konteks Indonesia, tetapi tema yang diangkatnya memiliki relevansi universal.

Film ini mengangkat persoalan trauma, ingatan, kekerasan, dan pemulihan melalui kisah Pertiwi (Putri Marino), seorang perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah 20 tahun.

Setelah dua dekade meninggalkan kampung halamannya, Pertiwi kembali dengan harapan bisa menata hidup. Namun, kepulangannya justru mempertemukannya dengan berbagai persoalan dari masa lalu.

Dulu, masuknya aliran listrik sempat membawa harapan bagi warga desa. Dua puluh tahun kemudian, fasilitas tersebut ternyata tak banyak mengubah kehidupan masyarakat. Desa itu bahkan terasa semakin kelam.

Pertiwi juga harus menghadapi kenyataan pahit. Sahabatnya menikah dengan mantan kekasihnya, orang tuanya menolak kepulangannya, sementara sosok keibuan yang dahulu menjadi tempatnya mencari kenyamanan telah terusir.

Lebih buruk lagi, orang-orang yang pernah membuatnya masuk penjara kini justru menjadi pihak yang memiliki kekuasaan di desa.

Ditulis dan disutradarai Kamila Andini serta diproduseri Ifa Isfansyah, film ini dibintangi sejumlah aktor, antara lain Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan.

Tayang di TIFF dan Busan

Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kerja sama produksi internasional Indonesia, Singapura, Belanda, Norwegia, Jerman, Prancis, Polandia, dan Thailand.

Film tersebut melakukan pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dalam program Centrepiece. Setelah itu, film ini juga dijadwalkan tampil di Busan International Film Festival 2026 melalui program A Window on Asian Cinema.

Film ini juga masuk nominasi Sinematografi Terbaik dalam Asia Pacific Screen Awards 2026.

Menariknya, ide cerita Empat Musim Pertiwi bermula ketika Kamila Andini berlibur bersama keluarganya ke Bromo, Jawa Timur. Dari perjalanan tersebut, ia melihat lanskap Bromo memiliki tekstur visual yang mengingatkannya pada empat musim.

Film ini menjadi karya ke-27 yang dipilih Komite Seleksi Oscar Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam kategori Best International Feature Film.

Pada Oscar 2027, Indonesia juga masih memiliki kemungkinan mendapatkan kandidat lain melalui jalur festival. Berdasarkan aturan baru Academy of Motion Picture Arts and Sciences, film yang memenangkan kompetisi utama di sejumlah festival yang ditentukan, termasuk Busan International Film Festival, dapat mendaftarkan diri secara mandiri untuk kategori tersebut.

Dengan demikian, Empat Musim Pertiwi bukan hanya membawa cerita personal tentang kepulangan, tetapi juga menjadi salah satu film Indonesia yang kembali mencoba menembus persaingan Oscar melalui jalur seleksi resmi nasional. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: