BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 27 Okt 2026 14:40

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Dok. NU Online)

Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama di Surabaya pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu pemantik semangat santri dan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus melatarbelakangi penetapan Hari Santri Nasional.

Inibaru.id – Tahukah kamu, Jawa Timur punya peran penting dalam sejarah Hari Santri Nasional? Dari Surabaya, lahir seruan perjuangan yang membangkitkan semangat ulama, santri, dan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi 17 Agustus 1945.

Peristiwa bersejarah itu dikenal sebagai Resolusi Jihad, yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 oleh para ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam pertemuan di Surabaya. Seruan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sekaligus menjadi dasar penetapan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, perjuangan bangsa belum benar-benar berakhir. Pasukan Sekutu datang ke Indonesia dengan salah satu tugasnya melucuti tentara Jepang. Namun, kedatangan mereka juga diikuti oleh Netherlands Indies Civil Administration (NICA), pemerintahan sipil Belanda yang berupaya memulihkan kekuasaannya di Indonesia.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya penjajahan. Di tengah kondisi itu, para ulama merasa perlu mengambil langkah untuk memperkuat perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Pada 21–22 Oktober 1945, para wakil NU dari berbagai daerah di Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Pertemuan tersebut menghasilkan Resolusi Jihad yang menyerukan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia.

Resolusi itu menegaskan bahwa kemerdekaan yang telah diproklamasikan harus dipertahankan. Negara Republik Indonesia juga harus dibela meskipun membutuhkan pengorbanan harta dan jiwa.

Seruan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya kalangan santri dan umat Islam di Jawa Timur. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai urusan militer, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga tanah air.

Semangat tersebut kemudian turut mengobarkan perlawanan rakyat dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Para santri, ulama, dan masyarakat bergabung dengan berbagai kelompok pejuang untuk menghadapi pasukan Sekutu.

Meski bukan satu-satunya faktor yang mendorong perlawanan, Resolusi Jihad menjadi salah satu pemantik semangat perjuangan yang menguatkan tekad rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana pesantren dan tokoh agama mengambil bagian dalam perjalanan sejarah bangsa.

Penetapan Hari Santri

Peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan kemudian mendapat pengakuan melalui penetapan Hari Santri Nasional.

Pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Melalui keputusan tersebut, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional untuk mengenang dan meneladani kontribusi ulama serta santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Pemilihan tanggal tersebut merujuk pada lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Dengan demikian, Hari Santri bukan sekadar peringatan bagi mereka yang menempuh pendidikan di pesantren, melainkan juga pengingat atas kontribusi kalangan santri dalam sejarah Indonesia.

Semangat perjuangan yang diwariskan para ulama dan santri pun tetap relevan hingga kini. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan, generasi sekarang dapat meneruskan semangat tersebut melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta upaya menjaga persatuan bangsa.

Dari Surabaya, kita belajar bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia juga dibangun melalui peran pesantren, ulama, dan santri. Resolusi Jihad menjadi pengingat bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui keberanian mengambil tanggung jawab demi kepentingan bersama.

Selamat Hari Santri Nasional. Semoga semangat perjuangan para pendahulu terus hidup dalam langkah santri dan seluruh masyarakat Indonesia. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: