BerandaInspirasi Indonesia
Kamis, 28 Okt 2026 11:20

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

Ilustrasi, Prasasti Plumpungan menjadi bukti sejarah yang menandai lahirnya Salatiga sebagai salah satu kota tertua di Indonesia. (Chatgpt)

Salatiga merupakan salah satu kota tertua di Indonesia yang sejarahnya dapat ditelusuri hingga Prasasti Plumpungan tahun 750 Masehi, menjadikannya kota dengan warisan sejarah lebih dari 1.200 tahun.

Inibaru.id - Di lereng Gunung Merbabu, berdiri sebuah kota berhawa sejuk yang menyimpan jejak sejarah panjang sejak lebih dari seribu tahun lalu. Kota itu adalah Salatiga, salah satu kota di Jawa Tengah yang dikenal tidak hanya karena keindahan alam dan udaranya yang nyaman, tetapi juga karena warisan sejarah serta kehidupan masyarakatnya yang harmonis.

Tak banyak yang mengetahui bahwa asal-usul Salatiga dapat ditelusuri hingga masa Kerajaan Mataram Kuno melalui sebuah prasasti yang menjadi tonggak penting dalam sejarah kota ini.

Sejarah Salatiga erat kaitannya dengan Prasasti Plumpungan, sebuah prasasti batu yang ditemukan di kawasan Plumpungan, Salatiga. Prasasti ini diperkirakan dibuat pada tahun 750 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan menjadi dasar penetapan hari jadi Kota Salatiga.

Di dalam prasasti tersebut terdapat kalimat berbahasa Jawa Kuno:

"Śrī Astu Swasti Prajābhyaḥ."

Kalimat tersebut bermakna "Semoga kebahagiaan dan keselamatan senantiasa menyertai seluruh rakyat." Doa tersebut mencerminkan harapan akan kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera.

Selain menjadi bukti keberadaan permukiman kuno di wilayah Salatiga, prasasti ini juga menunjukkan bahwa daerah tersebut telah memiliki peran penting dalam struktur pemerintahan pada masa lampau.

Memasuki masa kolonial Belanda, Salatiga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Letaknya yang strategis di jalur penghubung antara Semarang, Solo, dan Yogyakarta menjadikan kota ini berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, sekaligus pendidikan.

Udara yang sejuk membuat Salatiga menjadi salah satu kota favorit bagi masyarakat Eropa untuk bermukim. Berbagai bangunan bergaya kolonial pun dibangun dan hingga kini masih dapat ditemukan di beberapa sudut kota sebagai saksi perjalanan sejarah.

Perkembangan tersebut turut membentuk karakter Salatiga sebagai kota yang terbuka terhadap berbagai latar belakang budaya dan masyarakat.

Dalam perjalanan sejarah bangsa, Salatiga juga turut melahirkan serta menjadi tempat berkiprahnya sejumlah tokoh yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai nasionalisme dan pendidikan berkembang seiring hadirnya berbagai lembaga pendidikan yang berdiri sejak masa kolonial.

Warisan sejarah tersebut menjadi bagian penting yang membentuk identitas Salatiga hingga saat ini.

Tak hanya kaya sejarah, Salatiga juga dikenal sebagai kota yang memiliki kehidupan sosial yang harmonis. Keberagaman agama, budaya, dan suku dapat hidup berdampingan dalam suasana yang damai.

Berkat kondisi tersebut, Salatiga beberapa kali mendapat pengakuan sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia berdasarkan berbagai hasil kajian lembaga independen. Predikat ini menjadi bukti bahwa semangat hidup berdampingan telah mengakar kuat di tengah masyarakatnya.

Perjalanan panjang sejak masa Mataram Kuno, perkembangan pada era kolonial, hingga kehidupan masyarakat modern menjadikan Salatiga sebagai kota yang memiliki cerita sejarah yang terus hidup.

Berkunjung ke Salatiga bukan sekadar menikmati udara pegunungan yang sejuk atau mencicipi kuliner khasnya. Lebih dari itu, setiap sudut kota menawarkan kisah tentang perjalanan panjang sebuah daerah yang berhasil menjaga warisan sejarah sekaligus merawat nilai toleransi di tengah keberagaman.

Dari Prasasti Plumpungan hingga predikat sebagai kota toleran, Salatiga menunjukkan bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: