BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 26 Jun 2026 13:25

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

Galangan Kapal Dasun di Lasem yang pernah menjadi pusat pembuatan kapal sejak era Majapahit hingga masa kolonial. (Agenda Indonesia)

Desa Dasun di Lasem, Rembang, menyimpan jejak galangan kapal yang diduga memasok armada bagi Majapahit hingga Kesultanan Demak dan menjadi salah satu pusat perkapalan penting Nusantara.

Inibaru.id - Ketika berbicara tentang kejayaan maritim Nusantara, banyak orang langsung teringat pada armada laut Majapahit atau ekspedisi besar Kesultanan Demak. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa sebagian kapal yang mengarungi lautan pada masa itu diduga dibuat di sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa: Dasun, Lasem, Kabupaten Rembang.

Desa yang kini tampak tenang itu menyimpan jejak panjang industri perkapalan Nusantara. Sejarah mencatat, Dasun pernah menjadi salah satu pusat pembuatan kapal penting sejak era Majapahit dan terus berkembang hingga masa Demak, kolonial Belanda, bahkan pendudukan Jepang.

Letak Dasun yang berada di muara Sungai Lasem dan berhadapan langsung dengan Laut Jawa menjadikannya lokasi strategis untuk industri perkapalan. Selain memiliki akses pelayaran yang baik, kawasan ini juga didukung ketersediaan kayu jati dari wilayah pedalaman Rembang yang menjadi bahan utama pembuatan kapal pada masa lalu.

Berbagai catatan sejarah menyebutkan bahwa sejak abad ke-13, Dasun telah menjadi pusat produksi kapal untuk kebutuhan perdagangan dan militer Kerajaan Majapahit. Aktivitas tersebut bahkan disebut berada di bawah pengawasan pejabat maritim kerajaan yang berkedudukan di wilayah Lasem.

Pada masa itu, Lasem bukan sekadar kota pesisir biasa. Wilayah ini merupakan salah satu simpul perdagangan penting yang menghubungkan Jawa dengan berbagai kawasan di Nusantara maupun Asia.

Kejayaan galangan kapal Dasun tidak berhenti setelah runtuhnya Majapahit. Tradisi pembuatan kapal tetap berlanjut pada masa Kesultanan Demak yang dikenal memiliki kekuatan maritim besar.

Beberapa sumber sejarah lokal menyebut galangan kapal Dasun diduga turut menyelesaikan sekitar 100 kapal yang digunakan dalam ekspedisi Demak ke Malaka pada awal abad ke-16 di bawah pimpinan Adipati Unus untuk menghadapi Portugis.

Meski angka tersebut masih menjadi bahan kajian para sejarawan, keberadaan Dasun sebagai pusat pembuatan kapal pada masa Demak telah banyak disebut dalam berbagai penelitian mengenai sejarah maritim Jawa.

Kapal-Kapal Raksasa dari Pesisir Lasem

Kemampuan teknologi perkapalan Nusantara pada masa itu kerap diremehkan. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan kapal-kapal Jawa mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar dan berlayar hingga rute perdagangan internasional.

Salah satu jenis kapal yang terkenal adalah jung, kapal besar yang digunakan untuk perdagangan maupun kebutuhan militer. Kapal ini dikenal mampu mengarungi lautan lepas dan menjadi salah satu simbol kejayaan maritim Nusantara pada masanya.

Keberadaan galangan kapal di Dasun menjadi bukti bahwa masyarakat pesisir Jawa kala itu telah menguasai teknologi pembuatan kapal yang cukup maju, jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Memasuki era kolonial Belanda, aktivitas galangan kapal di Dasun masih terus berlangsung. Peranannya bahkan tetap penting karena kawasan Lasem berada di jalur perdagangan pesisir utara Jawa.

Menurut sejumlah catatan sejarah lokal, galangan kapal Dasun terus beroperasi hingga masa pendudukan Jepang. Pada periode tersebut, kawasan ini mengalami perluasan untuk mendukung kebutuhan logistik perang di kawasan Asia Pasifik.

Namun setelah Indonesia merdeka, aktivitas galangan kapal perlahan berhenti. Jejak kejayaannya kini tersisa dalam bentuk situs dok kapal dan berbagai peninggalan sejarah yang masih dapat ditemukan di Desa Dasun.

Hari ini, nama Dasun mungkin tidak setenar pelabuhan-pelabuhan besar dalam sejarah Nusantara. Namun desa kecil di Lasem ini menyimpan cerita penting tentang bagaimana masyarakat pesisir Jawa pernah menjadi bagian dari kekuatan maritim yang disegani.

Keberadaan situs dok kapal Dasun menjadi pengingat bahwa kejayaan Nusantara tidak hanya dibangun oleh kerajaan-kerajaan besar, tetapi juga oleh desa-desa pesisir yang menghasilkan teknologi, keterampilan, dan sumber daya untuk menghubungkan berbagai wilayah melalui lautan.

Di tengah upaya menghidupkan kembali narasi sejarah maritim Indonesia, Dasun layak mendapat perhatian lebih sebagai salah satu saksi perjalanan panjang peradaban bahari Nusantara. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

3 Nov 2026

Gunung Tidar, Paku Tanah Jawa yang Menyimpan Filosofi Keseimbangan

4 Nov 2026

Menteri UMKM Pastikan Tukang Cukur hingga Warteg Beromzet Kecil Bebas PPh

5 Nov 2026

KA Pandawa Hadir di Rute Semarang-Solo-Yogyakarta, Beroperasi 1 Desember

6 Nov 2026

APBN hingga APBD Disiapkan untuk Tanggung Iuran BPJS Kesehatan Desil 1-8

7 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: