BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 3 Nov 2026 16:51

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

Film pendek Golden Island (Kota Emas) karya Arief Budiman mengangkat persoalan identitas dan keberagaman masyarakat Indonesia melalui kisah dua sahabat dari Papua dan Jawa. (IMDB)

Film pendek Golden Island karya Arief Budiman meraih penghargaan Best Southeast Asian Short Film di SGIFF ke-37 lewat cerita tentang identitas, keberagaman, dan rasa memiliki sebagai orang Indonesia.

Inibaru.id - Film pendek Indonesia Golden Island (Kota Emas) karya sutradara Arief Budiman berhasil meraih penghargaan Best Southeast Asian Short Film dalam ajang Singapore International Film Festival (SGIFF) ke-37. Film berdurasi 22 menit ini menarik perhatian dewan juri melalui cerita tentang identitas, keberagaman, dan rasa memiliki sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberanian Golden Island dalam membahas kompleksitas hubungan antarmasyarakat di Indonesia. Film ini juga menghadirkan pandangan kritis terhadap sejarah ketimpangan yang membentuk hubungan antara berbagai kelompok masyarakat di Tanah Air.

Alih-alih menyampaikan persoalan tersebut melalui narasi sejarah yang panjang, Arief Budiman memilih pendekatan penceritaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia mengangkat percakapan dua sahabat yang memiliki latar belakang berbeda sebagai pintu masuk untuk membicarakan identitas kebangsaan.

Golden Island menceritakan dua sahabat yang berasal dari Papua dan Jawa. Keduanya kembali menyaksikan rekaman video yang pernah mereka buat bersama. Namun, aktivitas sederhana tersebut justru membawa mereka pada perdebatan mengenai hubungan Papua dengan wilayah Indonesia lainnya.

Percakapan itu kemudian berkembang menjadi pembahasan tentang identitas dan rasa memiliki sebagai orang Indonesia. Keduanya memperlihatkan perbedaan pengalaman serta cara pandang dalam memaknai hubungan antardaerah dan keberadaan mereka sebagai bagian dari sebuah bangsa.

Melalui dialog kedua tokoh, film ini mengajak penonton melihat bahwa identitas kebangsaan tidak selalu dimaknai dengan cara yang sama oleh setiap orang. Pengalaman sejarah, lingkungan sosial, dan latar belakang budaya turut memengaruhi cara seseorang memahami Indonesia.

Dewan juri SGIFF mengapresiasi pendekatan penceritaan Golden Island yang dinilai kreatif dan kolaboratif. Film ini dianggap mampu menghadirkan persoalan sosial yang kompleks melalui hubungan personal dua tokoh dengan latar belakang berbeda.

Sebelum memperoleh penghargaan di Singapura, Golden Island telah lebih dahulu melakukan pemutaran perdana dunia atau world premiere dalam ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 di Belanda.

Film tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Singapore International Film Festival dan berhasil membawa pulang penghargaan Best Southeast Asian Short Film. Pencapaian ini sekaligus memperluas kesempatan bagi cerita tentang masyarakat Indonesia untuk dikenal oleh penonton internasional.

Setelah meraih penghargaan, Golden Island dijadwalkan kembali diputar pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 19.00 waktu setempat. Pemutaran tersebut menjadi bagian dari program khusus yang menghadirkan film-film peraih penghargaan SGIFF, termasuk kategori Best Asian Feature Film.

Penghargaan di SGIFF ke-37 menambah perjalanan Golden Island dalam festival film internasional. Lebih dari sekadar pencapaian perfilman, film ini membawa percakapan tentang identitas, sejarah, dan keberagaman masyarakat Indonesia ke hadapan penonton lintas negara. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: