BerandaTradisinesia
Selasa, 2 Nov 2026 15:52

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

Pesisir utara Jawa memiliki peran strategis dalam jaringan perdagangan dan sistem kekuasaan Mataram Islam sebelum sebagian besar wilayahnya jatuh ke tangan VOC pada abad ke-18. (Gemini AI)

Pada masa Mataram Islam, wilayah pesisir utara Jawa berperan penting dalam menopang ekonomi kerajaan melalui perdagangan dan penyerahan upeti yang sekaligus menjadi simbol kesetiaan para bupati kepada raja.

Inibaru.id – Pernah membayangkan bagaimana Semarang, Demak, Jepara, hingga Surabaya terhubung dengan pusat Kerajaan Mataram Islam pada masa lalu? Jauh sebelum Jalur Pantura menjadi jalan utama transportasi modern, wilayah pesisir utara Jawa punya peran penting dalam menopang kekuasaan kerajaan, mulai dari perdagangan hingga pemasukan melalui upeti.

Pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613–1645), Mataram Islam mengembangkan sistem pemerintahan yang menghubungkan wilayah pusat kerajaan dengan daerah-daerah di bawah kekuasaannya. Para bupati memiliki kewajiban menyerahkan upeti kepada raja sebagai bagian dari hubungan politik dan ekonomi tersebut.

Upeti bukan sekadar penyerahan hasil bumi atau barang berharga. Di baliknya, terdapat pengakuan atas kekuasaan raja sekaligus mekanisme untuk memastikan para penguasa daerah tetap berada dalam kendali kerajaan.

Dalam sistem pemerintahan Mataram Islam, para bupati di berbagai wilayah memiliki tanggung jawab mengumpulkan dan menyerahkan upeti kepada kerajaan. Di wilayah pesisir atau pasisiran, pemasukan dapat berasal dari uang dan barang yang dipungut dari aktivitas perdagangan.

Kajian mengenai sistem perpajakan Mataram pada masa Sultan Agung menjelaskan bahwa upeti merupakan salah satu sumber pemasukan penting bagi istana. Penyerahannya juga berkaitan dengan kewajiban para bupati untuk menghadap raja, terutama dalam perayaan Garebeg Pasa dan Garebeg Mulud.

Kehadiran para bupati dalam pertemuan tersebut bukan hanya urusan seremonial. Momen itu menjadi kesempatan bagi kerajaan untuk menegaskan hubungan antara pusat pemerintahan dan para penguasa daerah.

Fungsi Upeti

Dengan kata lain, upeti memiliki dua fungsi sekaligus: menopang kebutuhan ekonomi kerajaan dan memperkuat kendali politik atas wilayahnya.

Bagi Mataram, pesisir utara Jawa juga memiliki nilai strategis karena menjadi tempat berlangsungnya aktivitas perdagangan. Pelabuhan dan jaringan niaga menghubungkan masyarakat Jawa dengan berbagai wilayah lain, sehingga penguasaan atas daerah pesisir memberikan keuntungan ekonomi sekaligus pengaruh politik.

Hubungan antara kerajaan di pedalaman dan wilayah pesisir tidak selalu berjalan mulus. Seiring waktu, persaingan politik, konflik internal, dan campur tangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda mengubah peta kekuasaan di Jawa.

Pada abad ke-17, Mataram berusaha memperluas pengaruhnya ke wilayah pesisir yang memiliki jaringan perdagangan penting. Namun, hubungan kerajaan dengan pusat-pusat perdagangan di pantai utara juga diwarnai ketegangan.

Dalam perkembangannya, kekuasaan Mataram atas pesisir semakin berkurang. Pada 1743, dalam perjanjian dengan VOC, Sunan Pakubuwana II menyerahkan wilayah pesisir utara Jawa dan Madura kepada kongsi dagang Belanda tersebut. Peristiwa ini terjadi jauh setelah masa pemerintahan Sultan Agung dan menjadi bagian dari melemahnya kedaulatan Mataram atas wilayahnya.

Hilangnya kendali atas pesisir berarti Mataram kehilangan sebagian akses langsung terhadap kawasan perdagangan yang penting. Meski bukan satu-satunya penyebab kemunduran kerajaan, perubahan tersebut memperlihatkan betapa erat hubungan antara penguasaan wilayah, pemasukan ekonomi, dan kekuatan politik.

Pada 1755, Perjanjian Giyanti kemudian membagi Mataram menjadi dua kekuasaan utama, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Perpecahan ini menandai perubahan besar dalam sejarah politik Jawa.

Jejak hubungan antara pesisir dan pedalaman itu masih menarik untuk ditelusuri hingga sekarang. Jalur-jalur yang dahulu menghubungkan pusat perdagangan, permukiman, dan pusat kekuasaan berkembang dalam konteks yang berbeda dari jalan raya modern, tetapi sama-sama menunjukkan pentingnya konektivitas bagi kehidupan masyarakat.

Sejarah upeti Mataram mengingatkan kita bahwa pesisir utara Jawa bukan sekadar jalur lintasan antarkota. Kawasan ini pernah menjadi bagian penting dari jaringan ekonomi dan politik yang ikut menentukan kuat atau lemahnya kerajaan di pedalaman. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: