Inibaru.id - Film karya Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), terpilih menjadi wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.
Kabar tersebut diumumkan Forka Films selaku rumah produksi melalui media sosial pada Rabu (16/9/2026). Film yang dibintangi Putri Marino dan Arya Saloka itu akan diajukan dalam seleksi nominasi kategori film fitur internasional.
“Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) telah terpilih sebagai perwakilan resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 (Oscars 2027),” tulis Forka Studio dalam unggahannya.
Kamila Andini mengaku merasa terhormat film garapannya dipercaya membawa nama Indonesia ke ajang penghargaan film bergengsi tersebut. Menurutnya, Empat Musim Pertiwi memang berakar kuat pada konteks Indonesia, tetapi tema yang diangkatnya memiliki relevansi universal.
Film ini mengangkat persoalan trauma, ingatan, kekerasan, dan pemulihan melalui kisah Pertiwi (Putri Marino), seorang perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah 20 tahun.
Setelah dua dekade meninggalkan kampung halamannya, Pertiwi kembali dengan harapan bisa menata hidup. Namun, kepulangannya justru mempertemukannya dengan berbagai persoalan dari masa lalu.
Dulu, masuknya aliran listrik sempat membawa harapan bagi warga desa. Dua puluh tahun kemudian, fasilitas tersebut ternyata tak banyak mengubah kehidupan masyarakat. Desa itu bahkan terasa semakin kelam.
Pertiwi juga harus menghadapi kenyataan pahit. Sahabatnya menikah dengan mantan kekasihnya, orang tuanya menolak kepulangannya, sementara sosok keibuan yang dahulu menjadi tempatnya mencari kenyamanan telah terusir.
Lebih buruk lagi, orang-orang yang pernah membuatnya masuk penjara kini justru menjadi pihak yang memiliki kekuasaan di desa.
Ditulis dan disutradarai Kamila Andini serta diproduseri Ifa Isfansyah, film ini dibintangi sejumlah aktor, antara lain Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan.
Tayang di TIFF dan Busan
Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kerja sama produksi internasional Indonesia, Singapura, Belanda, Norwegia, Jerman, Prancis, Polandia, dan Thailand.
Film tersebut melakukan pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dalam program Centrepiece. Setelah itu, film ini juga dijadwalkan tampil di Busan International Film Festival 2026 melalui program A Window on Asian Cinema.
Film ini juga masuk nominasi Sinematografi Terbaik dalam Asia Pacific Screen Awards 2026.
Menariknya, ide cerita Empat Musim Pertiwi bermula ketika Kamila Andini berlibur bersama keluarganya ke Bromo, Jawa Timur. Dari perjalanan tersebut, ia melihat lanskap Bromo memiliki tekstur visual yang mengingatkannya pada empat musim.
Baca Juga:
Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita KecilFilm ini menjadi karya ke-27 yang dipilih Komite Seleksi Oscar Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam kategori Best International Feature Film.
Pada Oscar 2027, Indonesia juga masih memiliki kemungkinan mendapatkan kandidat lain melalui jalur festival. Berdasarkan aturan baru Academy of Motion Picture Arts and Sciences, film yang memenangkan kompetisi utama di sejumlah festival yang ditentukan, termasuk Busan International Film Festival, dapat mendaftarkan diri secara mandiri untuk kategori tersebut.
Dengan demikian, Empat Musim Pertiwi bukan hanya membawa cerita personal tentang kepulangan, tetapi juga menjadi salah satu film Indonesia yang kembali mencoba menembus persaingan Oscar melalui jalur seleksi resmi nasional. (Ike/E01)
