BerandaHits
Minggu, 7 Nov 2026 09:59

APBN hingga APBD Disiapkan untuk Tanggung Iuran BPJS Kesehatan Desil 1-8

Pemerintah menargetkan perluasan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat desil 1 hingga 8 dapat terealisasi pada 2027 melalui pembiayaan APBN dan APBD. (Dok. BPJS Kesehatan)

Pemerintah berencana menanggung iuran BPJS Kesehatan masyarakat desil 1-8 mulai 2027 melalui APBN dan APBD, dengan pelaksanaan menunggu pemutakhiran data penerima manfaat.

Inibaru.id - Pemerintah berencana memperluas cakupan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, bantuan tersebut direncanakan menyasar warga yang masuk kelompok desil 1 hingga 8. Pemerintah menargetkan program ini dapat direalisasikan pada 2027.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, pembiayaan iuran BPJS Kesehatan akan dibagi berdasarkan kelompok desil. Masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4 akan mendapatkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat desil 5 dan 6 akan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota. Adapun kelompok desil 7 dan 8 pembiayaannya akan dibebankan kepada APBD provinsi.

"Dengan begitu nanti mudah-mudahan desil 1 sampai 8 semuanya dibantu oleh pemerintah di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo," kata Gus Ipul dalam acara Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sasana GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026) malam.

Meski begitu, rencana pemberian bantuan iuran BPJS Kesehatan tersebut masih dalam tahap simulasi. Menurut Gus Ipul, pelaksanaannya sangat bergantung pada keakuratan data penerima manfaat melalui Sistem Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos).

Pemerintah menargetkan pemutakhiran data tersebut dapat segera diselesaikan sehingga program bisa diterapkan pada 2027.

"Ini lagi kami simulasikan, mudah-mudahan di tahun 2027 sudah bisa," ujarnya.

Gus Ipul menyebutkan, pihaknya telah mengomunikasikan rencana tersebut dengan Menteri Kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga Kementerian Keuangan. Rencana itu juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah diminta melanjutkan simulasi sebelum pelaksanaannya.

Saat ini, Kementerian Sosial bersama sejumlah pihak tengah melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data perlindungan sosial. Langkah ini dinilai penting karena penyaluran berbagai program bantuan pemerintah membutuhkan data penerima yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam proses pemutakhiran data, Gus Ipul meminta seluruh lapisan masyarakat ikut berperan. Badan Pusat Statistik (BPS) bertugas melakukan verifikasi dan validasi, sedangkan Kementerian Sosial, pemerintah daerah, hingga perangkat RT/RW diharapkan membantu memastikan data warga sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah juga diharapkan dapat terdaftar dalam sistem digital perlindungan sosial.

Gus Ipul mengakui, penerapan sistem tersebut masih memiliki sejumlah tantangan. Berdasarkan hasil uji coba di Banyuwangi pada 2025, salah satu kendalanya adalah tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap ponsel pintar.

Meski demikian, sistem Perlinsos Digital dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Selain menggunakan data by name by address (berdasarkan nama dan alamat), sistem ini juga dilengkapi teknologi pengenalan wajah atau face recognition.

Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut dikembangkan agar dapat terhubung dengan berbagai basis data pemerintah. Dengan begitu, pemerintah diharapkan bisa memperoleh informasi lebih terperinci mengenai profil masyarakat penerima maupun calon penerima bantuan.

"Dengan adanya sistem yang dibangun menggunakan teknologi berbasis AI dan terhubung dengan seluruh data-data pemerintah, maka kami akan mengetahui lebih detail tentang profil penerima manfaat dan juga calon penerima manfaat," pungkasnya.

Meski ditargetkan berjalan pada 2027, rencana penanggungan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat desil 1 hingga 8 masih menunggu penyelesaian simulasi dan pemutakhiran data penerima manfaat. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

3 Nov 2026

Gunung Tidar, Paku Tanah Jawa yang Menyimpan Filosofi Keseimbangan

4 Nov 2026

Menteri UMKM Pastikan Tukang Cukur hingga Warteg Beromzet Kecil Bebas PPh

5 Nov 2026

KA Pandawa Hadir di Rute Semarang-Solo-Yogyakarta, Beroperasi 1 Desember

6 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: