BerandaHits
Sabtu, 6 Nov 2026 11:43

KA Pandawa Hadir di Rute Semarang-Solo-Yogyakarta, Beroperasi 1 Desember

KA Pandawa menjadi layanan kereta api baru yang menghubungkan Semarang, Solo, dan Yogyakarta melalui penerapan Gapeka 2026. (Dok. KAI)

KA Pandawa hadir melayani rute Semarang–Solo–Yogyakarta PP dengan waktu tempuh kurang dari tiga jam dan tarif kelas eksekutif mulai Rp110.000.

Inibaru.id – Perjalanan menggunakan kereta api dari Semarang menuju Yogyakarta kini punya pilihan baru. Melalui penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan KA Pandawa yang melayani relasi Semarang–Solo–Yogyakarta pulang-pergi (PP).

Layanan ini menambah alternatif transportasi bagi masyarakat yang bepergian di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan waktu tempuh kurang dari tiga jam, KA Pandawa menawarkan perjalanan yang lebih singkat dibandingkan sejumlah layanan kereta sebelumnya.

Sebelum KA Pandawa hadir, perjalanan Semarang–Yogyakarta salah satunya dilayani KA Joglosemarkerto. Kereta tersebut memiliki pola perjalanan melingkar yang melewati sejumlah kota sehingga waktu tempuhnya relatif lebih panjang.

Mengutip informasi pada aplikasi KAI Access, perjalanan KA Joglosemarkerto dari Yogyakarta menuju Stasiun Semarang Tawang membutuhkan waktu sekitar 7 jam 38 menit. Sementara itu, KA Pandawa dapat menempuh rute yang sama dalam waktu kurang dari tiga jam.

KA Pandawa menyediakan dua jadwal keberangkatan dari masing-masing arah setiap hari. Seluruh perjalanan menggunakan kereta kelas eksekutif dengan tarif mulai Rp110.000.

Jadwal KA Pandawa

Bagi kamu yang berencana bepergian menggunakan layanan ini, ada empat jadwal perjalanan yang bisa dipilih. Berikut jadwal KA Pandawa untuk relasi Semarang Tawang–Yogyakarta maupun sebaliknya.

1. Relasi Semarang Tawang–Yogyakarta

  1. KA Pandawa (279)Berangkat dari Semarang Tawang: 05.35 WIB.Tiba di Yogyakarta: 08.34 WIB.Waktu tempuh: 2 jam 59 menit.Tarif eksekutif: Rp110.000–Rp140.000.
  2. KA Pandawa (339)Berangkat dari Semarang Tawang: 14.45 WIB.Tiba di Yogyakarta: 17.22 WIB.Waktu tempuh: 2 jam 37 menit.Tarif eksekutif: Rp110.000–Rp140.000.

2. Relasi Yogyakarta–Semarang Tawang

  1. KA Pandawa (282)Berangkat dari Yogyakarta: 10.50 WIB.Tiba di Semarang Tawang: 13.36 WIB.Waktu tempuh: 2 jam 46 menit.Tarif eksekutif: Rp110.000–Rp140.000.
  2. KA Pandawa (342)Berangkat dari Yogyakarta: 18.35 WIB.Tiba di Semarang Tawang: 21.25 WIB.Waktu tempuh: 2 jam 50 menit.Tarif eksekutif: Rp110.000–Rp140.000.

Dari jadwal tersebut, penumpang dari Semarang bisa memilih keberangkatan pagi atau siang. Sementara itu, penumpang dari Yogyakarta memiliki pilihan perjalanan menjelang siang dan sore hari.

Perlu diingat, jadwal dan tarif perjalanan dapat berubah sesuai kebijakan KAI serta ketersediaan tiket. Calon penumpang sebaiknya mengecek informasi terbaru melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi perusahaan sebelum berangkat.

Mengenal Gapeka 2026

Hadirnya KA Pandawa merupakan bagian dari penyesuaian layanan melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Mengutip laman resmi Kementerian Perhubungan, Gapeka merupakan pedoman pengaturan perjalanan kereta api yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 110 Tahun 2017.

Secara sederhana, Gapeka adalah grafik yang memuat informasi perjalanan kereta api, mulai dari stasiun, waktu keberangkatan dan kedatangan, jarak, kecepatan, hingga posisi kereta selama perjalanan.

Pedoman ini juga mengatur perjalanan kereta ketika harus bersilang, bersusulan, maupun berhenti di stasiun. Dengan pengaturan tersebut, perjalanan kereta api dapat berjalan lebih terkoordinasi.

Gapeka 2026 dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Desember 2026. Penerapannya membawa sejumlah penyesuaian dalam perjalanan kereta api, termasuk penambahan layanan dan penyederhanaan nama beberapa kereta api jarak jauh.

Karena itu, masyarakat yang rutin menggunakan kereta api perlu memperhatikan perubahan jadwal maupun nama layanan yang berlaku. Pastikan kembali informasi perjalanan sebelum membeli tiket agar perjalanan berjalan lancar. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

3 Nov 2026

Gunung Tidar, Paku Tanah Jawa yang Menyimpan Filosofi Keseimbangan

4 Nov 2026

Menteri UMKM Pastikan Tukang Cukur hingga Warteg Beromzet Kecil Bebas PPh

5 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: