Inibaru.id - Nama-nama kereta api di Indonesia ternyata nggak dibuat sembarangan. Di baliknya, ada beragam cerita dan inspirasi, mulai dari nama gunung, sungai, hewan, hingga tokoh dalam pewayangan.
Salah satu contohnya adalah KA Anjasmoro. Nama kereta yang pernah melayani rute Pasar Senen–Jombang ini terinspirasi dari Gunung Anjasmoro di Jawa Timur. Gunung tersebut memiliki ketinggian sekitar 2.282 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan kawasan pegunungannya membentang hingga wilayah Jombang.
Ada pula KA Dharmawangsa yang namanya diambil dari gelar Prabu Yudistira dalam kisah Mahabharata. Tokoh yang juga dikenal dengan nama Puntadewa tersebut mendapatkan gelar Prabu Dharmawangsa. Nama tokoh pewayangan lainnya juga digunakan untuk kereta api, salah satunya KA Bima.
Selain gunung dan tokoh pewayangan, nama kereta api juga ada yang terinspirasi dari hewan. KA Sancaka mengambil nama yang berkaitan dengan sosok ular sanca yang dikenal mampu bertahan dalam berbagai kondisi.
Sementara itu, KA Sembrani terinspirasi dari hewan mitologi dalam cerita rakyat Nusantara. Sembrani digambarkan sebagai kuda bersayap yang dapat terbang. Dalam cerita pewayangan, kuda tersebut merupakan tunggangan Batara Wisnu.
Inspirasi nama kereta juga datang dari sungai. KA Brantas, misalnya, mengambil nama Sungai Brantas yang mengalir di Jawa Timur. Ada pula KA Progo yang namanya terinspirasi dari Sungai Progo di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menariknya, ada juga nama kereta yang merupakan gabungan nama daerah yang dilalui. KA Purwojaya, misalnya, merupakan gabungan dari Purwokerto dan Jayakarta. Sementara KA Bangunkarta berasal dari gabungan Jombang, Madiun, dan Jakarta.
Beragam inspirasi tersebut membuat nama kereta api di Indonesia bukan sekadar identitas perjalanan. Di baliknya, tersimpan cerita tentang tempat, budaya, sejarah, hingga kekayaan imajinasi yang hidup di masyarakat. (Ning/E01)
