Inibaru.id - Bagaimana jadinya jika Pikachu, karakter ikonik dari Pokémon, hadir dalam pertunjukan wayang kulit? Perpaduan yang terdengar tidak biasa ini ternyata benar-benar diwujudkan melalui Poke Wayang, sebuah inovasi seni pertunjukan yang menggabungkan tradisi pewayangan Indonesia dengan karakter dan musik Pokémon.
Poke Wayang mempertemukan dua dunia budaya yang berbeda. Di satu sisi, ada wayang kulit yang telah lama menjadi bagian dari tradisi seni pertunjukan Indonesia. Di sisi lain, hadir karakter Pokémon yang dikenal luas oleh anak-anak dan generasi muda di berbagai negara.
Belum lama ini, Poke Wayang resmi diluncurkan sekaligus dipertunjukkan dalam pembukaan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Kolaborasi The Pokémon Company dengan seniman lokal Indonesia ini menjadi salah satu cara baru memperkenalkan seni tradisional kepada khalayak yang lebih luas.
Dalam pertunjukan ini, karakter Pokémon ditampilkan sebagai wayang kulit berbahan kulit kerbau. Penampilannya tetap mengadaptasi bentuk seni wayang tradisional, tetapi tokoh-tokoh yang hadir berasal dari dunia Pokémon.
Keunikan lainnya terletak pada iringan musik. Jika biasanya pertunjukan wayang kulit diiringi gamelan dengan komposisi tradisional, Poke Wayang menghadirkan aransemen musik orisinal Pokémon yang dimainkan menggunakan instrumen gamelan.
Perpaduan tersebut menghasilkan pengalaman pertunjukan yang berbeda. Musik dan karakter yang akrab bagi penggemar Pokémon bertemu dengan teknik serta instrumen seni tradisional Jawa.
Poke Wayang tidak sekadar menghadirkan karakter Pokémon dalam bentuk wayang. Pertunjukan ini juga memiliki cerita khusus yang dirancang untuk menyampaikan pesan melalui seni pewayangan.
Salah satu lakon yang dibawakan berjudul Hutan Tanpa Selamat Pagi, karya Toda Akihito. Ceritanya mengikuti petualangan Pikachu bersama sejumlah karakter Pokémon lainnya saat menghadapi berbagai rintangan di sebuah hutan.
Di balik petualangan tersebut, tersimpan pesan tentang pentingnya kerja sama dan saling mendukung. Ada tantangan yang memang tidak bisa diselesaikan sendirian sehingga setiap karakter perlu saling membantu.
Toda Akihito mengungkapkan kebanggaannya karena mendapat kesempatan mengembangkan cerita baru untuk seni wayang kulit Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Ia juga menyadari besarnya tanggung jawab dalam menghubungkan karakter Pokémon dengan tradisi pewayangan.
“Dipercaya untuk membuat cerita baru tentang wayang kulit yang kaya akan sejarah sejak ribuan tahun, saya menyadari besarnya tanggung jawab itu. Tangan saya sempat berhenti mengetik saat saya menulis cerita ini. Senang sekali membayangkan kami menjadi wayang dan membuat semua orang tersenyum,” ujar Toda Akihito.
Dalam video peluncuran Poke Wayang, Toda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak di Indonesia dan Jepang yang terlibat dalam proses pengembangan pertunjukan tersebut.
Sementara itu, dalang Ki Wahyu Dunung Raharjo dari Sahabat Wayang menjelaskan bahwa Poke Wayang memperlihatkan bagaimana karakter budaya populer Jepang dapat berpadu secara harmonis dengan pakem tradisi Jawa.
Kenalkan Wayang dengan Pendekatan Baru
Salah satu hal menarik dari Poke Wayang adalah pendekatannya dalam memperkenalkan seni tradisional kepada generasi baru. Alih-alih hanya mengandalkan cerita pewayangan yang sudah dikenal, pertunjukan ini memanfaatkan karakter populer yang dekat dengan keseharian anak-anak.
Pokémon sendiri telah menjadi bagian dari budaya populer global melalui permainan, animasi, kartu koleksi, hingga berbagai produk turunannya. Karakter seperti Pikachu memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Ketika karakter tersebut dihadirkan dalam bentuk wayang kulit, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengenal seni pertunjukan tradisional melalui sesuatu yang sudah akrab bagi mereka.
Namun, kolaborasi ini bukan berarti meninggalkan akar tradisi. Wayang kulit tetap menjadi medium utama, lengkap dengan material kulit kerbau, peran dalang, dan iringan gamelan yang menjadi ciri khas pertunjukan.
Ketua Umum SENAWANGI Bambang Soelistyo turut menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai Poke Wayang dapat menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan seni pewayangan sekaligus memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi baru.
“Wayang ini merupakan kebanggaan kita bersama. Dan ini adalah hasil karya kolaborasi luar biasa budaya Indonesia dengan Pokémon. Yuk kenali budaya Indonesia lebih dekat bersama Poke Wayang,” ujar Bambang dalam video peluncuran.
Pengembangan Poke Wayang sendiri melalui proses perancangan dan produksi yang panjang, termasuk diskusi intensif selama hampir satu tahun bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama dari waktu ke waktu. Tradisi dapat terus berkembang melalui pertemuan dengan ide, karakter, dan kreativitas baru.
Poke Wayang menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan intelektual global dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan seni tradisional. Lebih dari sekadar menghadirkan Pikachu sebagai tokoh wayang, pertunjukan ini memperlihatkan bahwa budaya bisa saling bertemu, beradaptasi, dan menemukan cara baru untuk tetap dekat dengan generasi berikutnya. (Ike/E01)
