BerandaHits
Sabtu, 24 Apr 2026 17:21

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

Aktivitas Gunung Slamet meningkat, Pemprov Jawa Tengah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan keselamatan warga di kawasan rawan bencana. (Wikipedia)

Pemprov Jawa Tengah melalui sosialisasi mitigasi bencana menegaskan kesiapsiagaan dan keselamatan warga sebagai prioritas di tengah peningkatan aktivitas Gunung Slamet.

Inibaru.id - Aktivitas Gunung Slamet menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kembali pentingnya kesiapan semua pihak, terutama dalam upaya melindungi masyarakat di wilayah sekitar.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana geologi gunung api yang digelar di Banyumas, Kamis (23/4/2026). Dalam forum itu, pemerintah menekankan bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya berhenti pada data dan pemantauan, tetapi harus diiringi dengan kesiapan nyata di lapangan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah keselamatan masyarakat.

“Tujuannya satu, bagaimana kita bisa menyelamatkan masyarakat jika terjadi erupsi. Dari pemahaman kondisi gunung, kita bisa menentukan langkah yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Jateng sebenarnya telah memiliki rencana kontinjensi Gunung Slamet sejak 2021. Namun, dokumen tersebut terus diperbarui mengikuti perkembangan terbaru, termasuk perubahan jumlah penduduk hingga potensi jalur aliran material vulkanik. Pengalaman menghadapi banjir bandang di kawasan sekitar gunung pada awal tahun ini juga menjadi pembelajaran penting dalam memperkuat sistem manajemen bencana.

Sosialisasi mitigasi bencana Gunung Slamet digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan keselamatan warga di tengah peningkatan aktivitas gunung. (jatengprov)

“Secara manajemen hampir sama. Yang berbeda hanya jenis bencananya. Yang terpenting adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat sedini mungkin,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kesiapan di tingkat lokal menjadi kunci. Dalam konteks tersebut, peran desa dinilai sangat strategis. Melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana), masyarakat didorong untuk menjadi garda terdepan dalam merespons situasi darurat.

“Desa harus siap karena mereka yang pertama merespons. Semua pihak harus terlibat sebagai subjek, bukan hanya objek dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), P. Hadi Wijaya, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas Gunung Slamet.

“Terjadi kenaikan suhu kawah dari sebelumnya sekitar 280 derajat Celsius, kini mencapai hingga 460 derajat. Selain itu, aktivitas kegempaan, khususnya gempa frekuensi rendah, juga meningkat yang mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan,” jelasnya.

Status Waspada

Kondisi tersebut membuat PVMBG meningkatkan radius bahaya dari sebelumnya 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah, meskipun status gunung masih berada pada Level II atau waspada.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Setiap perkembangan aktivitas akan terus kami evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status,” tegasnya.

Sosialisasi ini dihadiri oleh BPBD dari lima kabupaten di sekitar Gunung Slamet. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman antar pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi erupsi.

Dengan dukungan sistem pemantauan yang terus diperkuat, mulai dari CCTV hingga alat seismik dan deformasi, pemerintah berharap setiap perubahan aktivitas Gunung Slamet dapat terdeteksi lebih dini. Harapannya, langkah-langkah antisipasi bisa dilakukan lebih cepat sehingga risiko dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (IB01/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: