BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 16 Apr 2026 15:02

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

Fosil berusia 1,8 juta tahun di Bumiayu, mengungkap jejak awal kehidupan manusia purba di Jawa Tengah. (Ilustrasi: Credit.lufeethebear/Adobe Stock via Pinterest)

BRIN mengungkap temuan fosil berusia sekitar 1,8 juta tahun di Situs Bumiayu yang berpotensi membuka jejak kehidupan manusia purba di Jawa Tengah sekaligus dikembangkan sebagai kawasan arkeologi dan destinasi edukasi.

Inibaru.id - Kawasan situs arkeologi Bumiayu kini menjadi sorotan setelah ditemukannya fosil yang diperkirakan berusia sekitar 1,8 juta tahun. Mengutip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), temuan ini membuka peluang besar untuk menelusuri sejarah manusia dan kehidupan purba di wilayah Jawa bagian barat, bahkan diduga lebih tua dibandingkan temuan di Sangiran.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR ARBASTRA) BRIN, Herry Yogaswara, mengatakan kawasan Bumiayu memiliki nilai penting dari berbagai aspek.

“Kawasan ini memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, paleontologi, paleoantropologi, hingga arkeologi,” ujarnya saat pembukaan program magang riset RIIM batch 3 di KSL Bumiayu, Rabu (1/4).

BRIN menjelaskan, hasil ekskavasi di kawasan tersebut menemukan beragam fosil hewan, seperti gajah, kuda nil, buaya, kura-kura, ikan, hingga moluska. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut pada masa lampau merupakan lingkungan perairan dangkal yang kemudian berubah menjadi daratan.

Selain itu, BRIN juga mengungkap adanya temuan artefak berupa alat dari batu dan tulang yang diduga digunakan manusia purba dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memperkuat indikasi keberadaan awal manusia purba di kawasan tersebut.

Melalui penguatan riset, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi dalam diseminasi hasil penelitian, BRIN optimistis Situs Bumiayu dapat berkembang menjadi kawasan unggulan arkeologi sekaligus destinasi edukasi yang berdampak bagi masyarakat luas. (IB01/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Sebelum Nasi Mendominasi, Leluhur Kita Sudah Diversifikasi Pangan Sejak Dulu

26 Mei 2026

5 Tradisi Iduladha di Indonesia yang Unik, Sarat Makna, dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

28 Mei 2026

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

2 Jun 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: