BerandaHits
Jumat, 5 Mar 2026 15:01

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

Bus Trans Semarang yang sudah menggunakan tenaga listrik. Pemkot berencana lebih memasifkan bus listrik. (Humas Pemkot Semarang)

Upaya mewujudkan transportasi publik yang inklusif dan ramah lingkungan terus dilakukan Trans Semarang, termasuk uji coba bus listrik yang saat ini tengah dilakukan di Koridor 1 serta revitalisasi saluran air guna mengantisipasi genangan air yang kerap terjadi di 'daerah bawah'.

Inibaru.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana memaksimalkan penggunaan bus listrik sebagai transportasi publik yang dikelola BLU Trans Semarang. Namun, untuk bisa mewujudkannya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, ada beberapa hal yang harus dibenahi dulu.

Yang pertama, karena Semarang terbagi menjadi wilayah atas dan bawah, dia mengatakan, kemampuan bus listrik mengarungi kedua medan tersebut harus diuji coba terlebih dulu. Saat ini uji coba tengah dilakukan di wilayah bawah yang rata atau flat, tepatnya di Koridor 1 (trayek Mangkang-Penggaron).

“Niat kami (menggunakan bus listrik) adalah mengurangi emisi gas buang. Kami coba untuk (trayek) yang flat dulu, sebelum yang lembah dan bukit,” kata Agustina, Selasa (3/3/2026).

Hal kedua yang harus dibenahi, dia menambahkan, adalah lantai kabin bus. Pemkot menginginkan bus listrik yang ramah disabilitas. Artinya, harus menggunakan jenis bus low deck. Namun, hal ini akan menjadi kendala di wilayah Semarang bagian utara yang kerap tergenang air rob dan banjir.

“Untuk ramah disabilitas, harus low deck sekitar 30 sentimeter. Di satu sisi, ada usulan yang menginginkan bus listrik high deck agar kalau melintasi banjir air tidak masuk. Ini juga menjadi bahan pertimbangan kami,” jelasnya.

Solusinya, Agustina mengatakan, Pemkot Semarang akan melakukan proses revitalisasi saluran, khususnya untuk wilayah-wilayah "bawah" yang kerap dilalui bus listrik, di antaranya kawasan Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Ahmad Dahlan.

“Wilayah-wilayah itu beririsan dengan (jalur Trans Semarang) trayek dari Mangkang sampai Pedurungan. Yang paling parah, yang air susah surut, yaitu Simpang Lima, tahun ini sedang kami selesaikan; termasuk juga sepanjang Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, dan Gajahmada,” tuturnya.

Agustina meyakini, jika semua saluran selesai direvitalisasi dengan baik, banjir di wilayah-wilayah yang menjadi jalur Trans Semarang itu akan mampu dikendalikan, sehingga pengoperasian bus listrik yang ramah disabilitas bisa berjalan dengan lancar.

“Untuk masyarakat yang merasa terganggu (karena perbaikan saluran air yang dilakukan Pemkot), kami mohon maaf. Pasti ada pihak yang terganggu, karena kadang di atas saluran itu ada bangunan permanen. Namun, itu tetap harus dilakukan untuk menyelesaikan proses pengendalian banjir,” pungkasnya.

Agar tercipta Trans Semarang yang ramah lingkungan dan inklusif, sejumlah perbaikan fisik memang diperlukan, termasuk merevitalisasi saluran air agar jalur transportasi massal tersebut tebebas dari banjir. (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 Juta, Jemaah Menanggung Sekitar Rp54,6 Juta

8 Okt 2026

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: