BerandaHits
Kamis, 4 Mar 2026 15:01

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

Para santri tengah menghafal Al-Qur'an di bilangan Kauman Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Berlokasi di Kauman Semarang, Di Kauman Semarang, santri bisa menghafal Al-Qur’an dengan biaya Rp80 ribu per bulan dan mendapat beras 6 kilogram, menjadikan kawasan ini sebagai Kampung Quran yang inspiratif.

Inibaru.id - Kawasan perkotaan Semarang yang hiruk pikuk dengan aktivitas yang begitu padat seolah nggak terasa di tempat ini. Waktu seolah bergerak lebih pelan, dengan suasana yang adem karena orang-orang tampak nggak terburu-buru.

Kampung Quran, namanya. Kawasan yang berlokasi di salah satu sudut di bilangan Kauman Semarang ini merupakan tempat para santri melalui hari-hari dengan satu tujuan utama yang begitu mulia bagi umat muslim, yakni menghafalkan Al-Qur'an.

Mereka hidup dengan bersahaja; mondok di pesantren tanpa takut membebani keluarga, karena biaya bulanan di pondok pesantren (ponpes) tersebut nggak lebih dari Rp80 ribu. Bahkan, dengan biaya tersebut, selain memperoleh tempat belajar dan fasilitas menimba ilmu agama, para santri juga dibekali beras enam kilogram.

Begitulah keseharian di Ponpes Raudhatul Qur'an di Jalan Kauman Getekan, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Ponpes itu diasuh oleh Khammad Mas'um, didirikan untuk meneruskan tradisi keluarganya yang telah lama menanamkan pendidikan Al-Qur'an di Kauman.

Khammad mengatakan, sebelum tempat itu menjadi pondok pesantren, orang tuanya memulai pengajian di teras rumahnya yang juga berada kawasan Kauman, tepatnya di Kampung Glodong, Kelurahan Bangunharjo. Warga kampung, terutama anak-anak, dikenalkan dengan huruf Al-Qur'an dan diajari membaca ayat suci.

"Bapak saya penghafal Al-Quran dari Kabupaten Demak, murid Kiai Raden Muhammad. Sejak 1952, pengajian Al-Qur’an di Kauman ini tidak pernah berhenti," kata Khammad saat ditemui Inibaru.id, belum lama ini.

Berdiri di Atas Tanah Wakaf

Sejumlah santri Raudhatul Qur'an Kauman sedang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. (Inibaru.id/ Sundara)

Dari pengajian sederhana pada 1950-an, berdirilah bangunan pesantren pada 1980. Lalu, dengan sebidang tanah wakaf yang diberikan oleh seorang dermawan, berdirilah asrama santri yang sekaligus menandai kelahiran Pondok Raudhatul Qur'an.

Berdirinya ponpes ini tampak mulus, padahal tidak. Dalam perjalanannya, Khammad mengungkapkan, pengembangan pesantren sempat menghadapi kendala saat tanah wakaf yang jadi asrama putri itu digugat hingga meja Mahkamah Agung (MA), meski akhirnya tetap dimenangkan pihak ponpes.

Namun, justru dari situlah Pesantren Raudhatul Qur'an semakin berkembang, jauh melampaui batas teras rumah pertama. Dari tiga asrama kecil, sekarang ada 25 asrama yang tersebar di setiap sudut Kauman. Para santri diarahkan pada satu tujuan yang sama, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai napas kehidupan.

Santri yang ingin belajar menghafal Al-Quran nggak hanya dari Kota Semarang. Banyak yang berasal dari luar kota dan pulau, bahkan pernah ada yang datang jauh-jauh dari negeri jiran, Malaysia. Biaya bulanan yang terjangkau menjadi salah satu alasan ponpes ini diminati para santri.

"Ya, itulah. Sebulan Rp80 ribu, mereka dapat beras enam kilogram. Kalau dihitung-hitung, sebetulnya kami nombok," ungkap Khammad. "Namun, kami tidak mau gratis; karena dengan membayar, sekecil apa pun itu, mereka (para santri) akan belajar bertanggung jawab."

Ketat, tapi Terukur

Menurut Khammad, sistem belajar di Ponpes Raudhatul Qur'an terbilang ketat, tapi terukur. Setiap hari, santri menyetorkan hafalan satu halaman Al-Qur’an. Setelah lima hari, mereka mengulang lima halaman sekaligus, dengan ujian hafalan tiga kali seminggu.

Sistem yang ketat tersebut membuat para santri harus membiasakan diri dengan Al-Qur'an. Melihat orang-orang berjejer menyangga kitab sembari membaca ayat suci menjadi hal yang lazim, apalagi saat Ramadan seperti sekarang ini. Dari situlah muncul istilah Kampung Quran.

Khammad mengatakan, santri umumnya butuh waktu 3-4 tahun untuk menyelesaikan 30 juz. Ada yang nggak kuat dan memilih mundur, tapi banyak pula yang bertahan dan berhasil menjadi penghafal Al-Qur'an atau acap disebut hafiz (laki-laki) dan hafizah (perempuan).

"Sudah lebih dari 400 santri khatam hafalan di sini. Beberapa di antaranya menjadi pengajar, membuka majelis Al-Qur’an di rumah-rumah sekitar Kauman dan memperkuat identitas kawasan ini sebagai Kampung Quran," tutup Khammad.

Nah, buat kamu yang pengin mempertebal keimanan atau punya keinginan kuat untuk menghafal Al-Qur'an, nggak ada salahnya nyantri di Ponpes Raudhatul Qur'an ya, Gez! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: