BerandaHits
Selasa, 25 Mei 2026 09:44

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

Ilustrasi kondisi cuaca kering saat fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia. (Chatgpt AI)

BRIN menilai peluang terjadinya “Godzilla El Nino” pada 2026 masih relatif kecil karena kondisi suhu laut dan fenomena iklim global saat ini belum menunjukkan tanda-tanda menuju El Nino super ekstrem.

Inibaru.id – Isu soal kemunculan El Nino kembali menjadi perhatian dunia pada 2026. Bahkan, sejumlah prediksi mulai memunculkan istilah “Godzilla El Nino”, yaitu fenomena El Nino super kuat yang disebut-sebut berpotensi memicu cuaca ekstrem, krisis pangan, hingga gangguan ekonomi global.

Istilah ini mengingatkan banyak orang pada peristiwa El Nino besar yang pernah terjadi pada 1997-1998 dan 2015-2016. Saat itu, berbagai negara mengalami dampak serius, mulai dari kekeringan panjang, gagal panen, hingga kebakaran hutan besar-besaran.

Namun, apakah Indonesia benar-benar akan menghadapi El Nino seekstrem itu tahun ini?

Mengutip laporan Kompas.com, Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan, menilai peluang munculnya “Godzilla El Nino” pada 2026 masih relatif kecil.

Menurut Eddy, istilah “Godzilla El Nino” digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan kekuatan sangat ekstrem. Kondisi ini biasanya terjadi ketika anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik melampaui angka 2 derajat Celsius.

Pada peristiwa El Nino besar tahun 1997 dan 2015, anomali suhu laut memang mencapai kisaran tersebut. Bahkan, beberapa model prediksi dari Australia memperkirakan suhu laut pada Oktober 2026 bisa mendekati angka 3 derajat Celsius.

Meski begitu, Eddy menilai kondisi saat ini belum menunjukkan tanda-tanda kuat menuju skenario ekstrem seperti itu.

“Yang terjadi saat ini masih jauh dari angka dua. Walaupun diprediksi bisa meningkat pada Oktober, sebagian besar model dunia masih menunjukkan kondisi moderat,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Saat ini, anomali suhu laut di Pasifik masih berada di sekitar angka 0,5. Artinya, kondisi tersebut masih masuk kategori El Nino lemah.

Eddy juga menjelaskan bahwa El Nino ekstrem biasanya memiliki gejala “mencuri start”. Pada kejadian 1997 dan 2015, pemanasan suhu laut sudah mulai meningkat sejak April sehingga fenomenanya berlangsung sangat panjang.

Sementara pada 2026 ini, gejala tersebut belum terlihat signifikan.

“Indikasi mencuri start belum muncul. Karena itu probabilitas munculnya Godzilla El Nino menjadi kecil,” jelasnya.

Fenomena Indian Ocean Dipole

Selain faktor Pasifik, kekuatan El Nino ternyata juga dipengaruhi kondisi Samudra Hindia melalui fenomena Indian Ocean Dipole (IOD). Jika IOD berada pada fase positif, dampak El Nino terhadap Indonesia bisa menjadi lebih parah, terutama memicu kekeringan panjang.

Namun, kondisi IOD tahun ini justru diperkirakan cenderung netral. Hal itu membuat potensi El Nino ekstrem semakin kecil.

“IOD enggan meninggalkan fase normal. Artinya dia tidak mendukung lahirnya El Nino Godzilla,” kata Eddy.

Meski kemungkinan El Nino super ekstrem dinilai kecil, masyarakat tetap diminta waspada. Sebab, El Nino moderat tetap berpotensi membuat musim kemarau lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Wilayah yang paling rentan adalah daerah dengan pola hujan monsunal, yakni wilayah yang memiliki perbedaan tegas antara musim hujan dan musim kemarau.

Jika El Nino menguat, kawasan yang diperkirakan paling terdampak adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), lalu meluas ke NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga sebagian Jawa Barat.

Selain itu, wilayah Sumatera Selatan bagian selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan juga berpotensi terdampak kekeringan.

Sementara itu, Papua dan sebagian Sumatera bagian utara diperkirakan tidak terlalu terpengaruh fenomena ini.

Eddy memperkirakan puncak dampak El Nino di Indonesia akan terjadi pada September hingga Oktober 2026. Namun, kondisi diprediksi mulai mereda memasuki November ketika Monsun Asia kembali aktif membawa hujan ke wilayah Indonesia.

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi penurunan curah hujan dan kekeringan, tetapi tidak perlu terlalu panik menghadapi isu “Godzilla El Nino”.

“Intinya adalah jangan terlalu panik akan terjadinya kemarau panjang seperti tahun 1997-1998 atau 2015-2016,” pungkasnya. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: