BerandaKulinary
Rabu, 6 Mar 2018 05:39

Lontong Cap Go Meh, Keberuntungan dalam Perpaduan Aneka Rasa

Lontong Cap Go Meh (tribunnews.com)

Menjadi sajian khas pada perayaan Capgome, lontong capgome merupakan warisan budaya kuliner akulturasi Jawa dan Tionghoa. Terdiri atas aneka lauk yang memperkaya rasa, santapan ini juga dianggap sebagai pembawa keberuntungan.

Inibaru.id – Setelah perayaan Imlek, ada satu perayaan yang nggak boleh dilupakan yaitu Capgome. Dalam perayaan yang dilakukan 15 hari setelah Imlek ini ada sajian spesial yang nggak boleh kamu lupakan. Yap, lontong capgome adalah sajian wajib menyambut perayaan ini. Meskipun namanya menggunakan kosa kata Hokkian, ternyata lontong capgome murni buatan anak negeri peranakan Tionghoa, lo.

Perlu kamu tahu, lontong capgome ini lahir dan hanya ada di peranakan Tionghoa di Indonesia khususnya Semarang. Konon, makanan ini berawal ketika perantau asal Tiongkok merayakan Capgome. Saat itu merupakan bulan purnama penuh dan sudah menjadi tradisi menjadi hari terakhir berkumpul bersama keluarga sebelum kemudian akan melakukan kegiatan lagi sehari-harinya. Untuk merayakannya, biasanya akan diselenggarakan pesta makan besar atau acara perpisahan tepat 15 hari setelah Imlek.

Saat Lebaran di Jawa ada lebaran ketupat atau dalam bahasa Jawa “bada kupat”. Nah, dari situlah para perantau asal Tiongkok itu kemudian memunculkan akulturasi budaya terutama dalam makanan.

Baca juga:
Hangatkan Tubuhmu dengan Jamu Jun Khas Semarang
Bukan Bakpia, Jajanan Khas Tegal Ini Bernama Latopia

Menjadi perpaduan unik Tionghoa dan Jawa, lontong capgome ini mirip opor ayam versi Jawa. Namun, meski mirip tentu saja ada yang berbeda. Apa itu? Dalam seporsi lontong capgome isinya lebih lengkap dibandingkan lontong opor Jawa. Paling nggak ada 13 perpaduan makanan di dalamnya. Wah, apa saja ya isinya?

Yang jelas, bahan utama yang harus ada dalam sepiring makanan ini yakni lontong, opor dengan ayam suwir dan sambal goreng yang jelas mewakili makanan khas Jawa. Sedangkan untuk 13 macam paduan secara komplet yakni lontong, opor dengan suwir ayam, telur ayam pindang, sambal goreng tahu, sambal goreng ati, sambal goreng udang, oseng buncis, lodeh labu, lodeh rebung, kerupuk udang dilengkapi dengan topping bubuk kedelai, parutan kelapa parut sangrai dan serundeng. Cukup lengkap ya….

Oya, dibandingkan dengan opor khas Jawa, cita rasa lontong capgome lebih gurih. Terlebih lagi dengan adanya taburan bubuk kedelai dan parutan kelapa sangrai yang memperkuat gurih pada santan. Perpaduan rasa yang beraneka ini akan menyatu di lidah saat dimakan.

Selain itu, kuah lontong capgome juga dibuat nggak terlalu kental sehingga nggak menimbulkan rasa pekat santan saat masuk mulut. Perpaduan lauk di dalamnya akan tambah nikmat dengan keriuknya kerupuk udang. Rasa rempah dalam masakan ini yang digunakan sebagai bumbu juga bukan hanya memperlihatkan masakan Tiongkok yang kaya rempah, melainkan ada perpaduan dengan Jawa.

Kalau pada perayaan Lebaran yang menggunakan ketupat yang dibungkus janur, lontong pada lontong capgome yang dibuat dengan dibungkus daun pisang ternyata juga memiliki makna tersendiri saat dipotong. Potongannya akan berbentuk bulat. Nah, bulatnya itu diibaratkan seperti bulan purnama karena perayaan Capgome sendiri pada tanggal 15 saat bulan purnama. Bentuk lontong yang panjang juga melambangkan panjang umur.

Jika makan lontong dan opor saja sudah enak, apalagi jika komplet. Maka dari  itu, makan lontong capgome akan terasa nikmat jika makanan tersebut dicampur, dan nggak dimakan sendiri-sendiri. Eits, ini ada filosofinya juga lo. Yakni jika kita berkumpul bersama akan lebih menyenangkan. Bagaimana, kebayang kan bagaimana nikmatnya lontong capgome? Apalagi jika disantap bersama keluarga terkasih, makin endes yang pasti.

Baca juga:
Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Karedok, Pecel, dan Gado-Gado
Penganan dan Bebuahan Orang Tiongkok saat Imlek

Menjadi sajian yang nggak pernah ditinggalkan setiap tahun baru Imlek, konon bagi warga yang menyantap kuliner ini akan dimudahkan rezekinya, lo. Tertarik untuk mencicipi kuliner tradisi warga keturunan Tionghoa ini? Untuk menikmati seporsi lontong capgome ini, kamu cukup merogoh kocek sekitar Rp 30 ribu. Nggak terlalu mahal, bukan?

Menjadi sajian setahun sekali, keberadaan lontong capgome ini menciptakan keakraban bersama kerluarga serta mempererat tali persaudaraan di antara sahabat.(ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: