BerandaIslampedia
Jumat, 28 Des 2017 09:21

Melihat Kemegahan Masjid Tiban

Kompleks Masjid Tiban di Malang. (pramukapos.com)

Salah satu masjid yang terkenal di Malang adalah Masjid Tiban. Masjid yang sekaligus pondok pesantren ini megah dan menyimpan banyak kisah.

Inibaru.id - Jika kamu sedang berkunjung ke Kabupaten Malang, nggak lengkap jika nggak mampir ke Masjid Tiban di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini. Memiliki bangunan yang indah, Masjid Tiban minat wisatawan, baik daerah maupun luar daerah bahkan hingga luar negeri.

Di atas lahan seluas 6,5 hektare masjid berdiri megah di tengah permukiman penduduk. Dengan ketinggian 10 lantai, julukan Masjid Tiban disematkan karena pembangunannya yang cepat.

Konon, Masyarakat nggak mengetahui adanya proyek pembangunan di sana. Namun dalam semalam, tiba-tiba berdiri bangunan megah. Ada yang beranggapan masjid itu dibangun sehingga disebut juga dengan Masjid Jin. Tapi tentu saja cerita itu nggak benar ya, Millens.

Masyarakat nggak tahu pembangunan masjid di balik pagar karena semuanya dikerjakan oleh santri dan pembangunannya pun menggunakan biaya pribadi pihak pesantren.

Yup, Masjid Tiban sejatinya merupakan kompleks bangunan Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah. Nama itu mengandung makna lautannya laut yang berasa madu dan memiliki keutamaan kasih sayang.

Mengutip dari Republika.co.id (25/6/2016), Masjid Tiban pada awalnya merupakan musala yang sering dipakai warga.  Pemilik musala, KH Rahmat Bahru Mafdoluddin Sholeh dan istrinya Hajjah Luluk Rifqoh Al Mahbubah memang berniat menjadikan musala sebagai pusat ibadah dan pembelajaran. Kini, ponpes Bi Ba'a Fardlah menampung 350 santri beserta keluarganya.

Baca juga:
Masjid Bayan Beleq, Saksi Bisu Masuknya Islam di Tanah Lombok
Masjid Wapauwe, Masjid Tertua di Maluku dengan Arsitektur Unik

Uniknya, pembangunan masjid dan ponpes tersebut tanpa ada gambar rancangan atau desain. Perencanaan pembangunan hanya berdasarkan Salat Istikharah. Nggak ada campur tangan arsitek. Mungkin karena itulah, sejak dibangun pada 1978, pembangunannya belum pernah selesai. Bahkan mungkin nggak akan pernah rampung. Selain itu, selama proses pembangunan juga nggak menggunakan alat berat, lo. Seluruh proses pembangunan mulai pembuatan batu bata, pembuatan ornamen masjid, hingga pengadukan semen dilakukan secara manual oleh para santri. Jadi nggak perlu heran jika menginjakkan kaki di kompleks Ponpes, kamu bakal disuguhi arsitektur bangunan yang nggak biasa. Ada yang dibilang bangunannya mirip campuran arsitektur Timur Tengah, Thailand, dan Jawa.

Terdiri atas 10 lantai, masing-masing lantai memiliki tema berbeda. Di Lantai 1, kamu akan menemukan beberapa pajangan akuarium yang cukup besar dan tempat penjualan suvenir. Lalu di Lantai 2-6 kamu akan disuguhi berbagai ukiran kaligrafi dan ornamen yang memanjakan mata. Selanjutnya di Lantai 7-8 kamu bisa membeli oleh-oleh khas Masjid Tiban ini. Adapun di ujung Lantai 9-10 kamu akan dimanjakan oleh pemandangan desa nan hijau dan nyaman dari ketinggian.

Nggak cuma unik, di dalam ponpes tersebut juga tersedia kolam renang, dilengkapi perahu yang hanya khusus untuk dinaiki wisatawan anak-anak. Selain itu juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam, dan burung.

Nah, jika kamu ingin menjelajahi Masjin Tiban atau ponpes, kamu tinggal mengikuti petunjuk arah yang disediakan, karena sudah ada rutenya. Dan berhati-hatilah agar tidak tersesat ya.

Kenapa? Memiliki total ratusan menara dan ruangan dengan ukuran berbeda-beda, tentu saja kamu bisa tersesat. Kamu bisa menyaksikan setiap ruangan yang adan, namun nggak semua ruangan bisa disaksikan pengunjung.

Lalu, kira-kira berapakah total biaya pembangunan Masjid Tiban?

Baca juga:
Sebelum Columbus, Islam Sudah Ada di Amerika
Masjid Tua di Tepian Cisadane dan Kisah Toleransi Berabad-abad

Menukil dari Jawapos.com (2/7/2017), pengasuh dan para santri nggak ada yang mengetahui berapa total dana yang dihabiskan untuk membangun Masjid Tiban. Nggak adanya penghitungan jumlah dana yang dikeluarkan karena khawatir akan mengurangi keikhlasan jika dihitung. Namun diperkirakan pembangunannya menghabiskan dana hingga Rp 800 miliar lebih. Adapun sumber dana pembangunan, berasal dari uang pribadi Kiai Ahmad Hasan dan juga sumbangan santri serta donatur. Yang jelas pihak ponpes nggak pernah meminta sumbangan meskipun kalau ada yang menyumbang dipersilakan.

Oya, jika kamu berkunjung ke sini kamu nggak akan dikenakan biaya masuk. Eits, namun kamu harus jaga menjaga sikap dan sopan santun. Berpakaianlah yang rapi dan menutup aurat terutama bagi perempuan. Kalau lagi beruntung, kamu juga bisa mendapat wejangan bermanfaat dari para warga pesantren. (ALE/SA

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: