BerandaHits
Selasa, 8 Des 2025 11:01

Menilik KUHP Baru, Memangnya Pelaku Kumpul Kebo Bisa Dipidana?

Ilustrasi: Kumpul kebo bisa dipidana di KUHP baru. (Celah.id)

Kabarnya, pada KUHP baru yang akan digunakan tahun 2026, pasangan kumpul kebo bisa dipidana. Yuk kita simak aturannya.

Inibaru.id - Istilah “kumpul kebo” pasti sudah akrab di telinga banyak orang Indonesia. Biasanya merujuk pada pasangan yang tinggal satu rumah seperti suami istri, tapi tanpa ikatan pernikahan. Selama ini, perdebatan soal apakah praktik tersebut bisa dipidana selalu muncul. Ada yang bilang iya, ada yang bilang tidak. Nah, lewat KUHP baru, hal ini akhirnya diatur secara tegas.

Mulai 2 Januari 2026, KUHP Nomor 1 Tahun 2023 resmi berlaku, dan di dalamnya ada pasal khusus yang mengatur soal kumpul kebo. Tepatnya Pasal 412 yang berbunyi siapa pun yang hidup bersama layaknya suami istri di luar pernikahan, bisa dikenai pidana maksimal 6 bulan penjara atau denda kategori II, yaitu maksimal Rp10 juta. Cukup berat juga, ya?

Meski begitu, banyak orang salah paham dan mengira bahwa siapa pun bisa melaporkan pasangan yang tinggal bersama tanpa menikah. Padahal tidak begitu.

Pasal ini termasuk delik aduan absolut, artinya proses hukum hanya bisa berjalan kalau ada pengaduan dari pihak tertentu. Orang-orang yang memiliki hak untuk mengadu juga sangat terbatas.

Buat pasangan yang sebenarnya sudah menikah dengan orang lain, laporan hanya bisa dibuat oleh suami atau istri sah mereka. Sementara bagi yang belum menikah, yang bisa membuat aduan hanyalah orangtua atau anak kandung. Artinya, tetangga, teman kos, RT/RW, bahkan ormas sekalipun tidak punya legal standing untuk melaporkan seseorang atas tuduhan kumpul kebo.

Meski bisa dipidana, pasangan kumpul kebo nggak bisa asal dilaporkan sembarang orang. (Kompas/Yulian Isna)

Menurut para ahli hukum, aturan ini memang sengaja dibuat untuk melindungi privasi individu dan mencegah orang tak berkepentingan ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain. Jika ada pihak yang tidak berhak melapor tapi nekat menuduh atau menyebarkan kabar, justru dia bisa terkena pelanggaran pencemaran nama baik. Jadi, gosip soal siapa tinggal dengan siapa ternyata bisa berujung panjang kalau tidak hati-hati.

Lalu bagaimana kalau pasangan yang tinggal bersama menimbulkan keributan yang mengganggu lingkungan? Misalnya, sering menggelar pesta, memutar musik kencang, atau hal-hal lain yang mengacaukan ketertiban umum.

Nah, untuk kasus ini, warga sekitar tetap bisa mengadukan pelanggaran ketertiban umum, bukannya mengadukan perzinaan atau kumpul kebo. Pengaduan seperti ini pun masih bisa didamaikan atau dicabut sebelum masuk ke pengadilan.

Dengan adanya aturan baru ini, pemerintah berharap sengketa-sengketa terkait privasi bisa lebih tertangani secara proporsional, tanpa membuka celah untuk main hakim sendiri. Buat masyarakat umum, yang penting dipahami adalah kumpul kebo memang dapat dipidana, tapi hanya jika ada aduan dari pihak yang berhak.

Jadi, sebelum berkomentar atau menyebarkan kabar soal urusan pribadi seseorang, lebih baik kita berpikir dua kali. Selain menjaga diri dari masalah hukum, kita juga ikut menjaga ruang privat orang lain tetap aman. Bagaimanapun, hidup bertetangga itu paling nyaman kalau saling menghormati batasan masing-masing. Setuju kan, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: