BerandaTradisinesia
Minggu, 17 Jan 2026 19:02

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

Sosok bernama Pangeran Samudra disebut dimakamkan di puncak Gunung (bukit) kKemukus. (Kominfo)

Di balik riuhnya mitos ritual di Gunung Kemukus, ternyata ada kisah haru tentang Pangeran Samudra, bangsawan muda Majapahit yang memilih jalan spiritual. Perjalanan panjangnya dari lingkungan keraton hingga pertemuan terakhir dengan sang ibu menjadi akar sejarah yang membentuk tradisi "ngalap berkah" hingga saat ini.

Inibaru.id - Pernah dengar soal Gunung Kemukus di Sragen, Gez? Tempat ini memang sering banget dikaitkan dengan mitos ritual yang kontroversial. Tapi, kalau kita mau menilik lebih dalam, sebenarnya ada kisah sejarah dan spiritual yang menyentuh hati di balik sosok Pangeran Samudra yang beristirahat di sana.

Kisah ini bermula di abad ke-15, tepat saat Kerajaan Majapahit mulai runtuh. Pangeran Samudra ternyata adalah putra penguasa terakhir Majapahit dari seorang selir bernama Raden Ayu Ontrowulan. Menariknya, saat usianya menginjak 18 tahun, ia nggak ikut melarikan diri bareng saudaranya yang lain, melainkan diboyong ke Demak Bintara.

Di Demak inilah hidupnya berubah drastis. Dari seorang bangsawan muda, ia bertransformasi menjadi murid agama di bawah bimbingan ulama besar, Sunan Kalijaga. Ia belajar banyak soal nilai-nilai spiritual sebelum akhirnya dilepas untuk mengembara ke berbagai wilayah Jawa demi mencari pengalaman hidup.

Pertemuan Terakhir di Gunung Kemukus

Makam yang dipercaya merupakan peristirahatan terakhir Pangeran Samudra. (Ist via Okezone)

Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan, titik balik kisah ini terjadi di Gunung Kemukus. Di sana, Pangeran Samudra bertemu kembali dengan sang ibu, Nyai Ontrowulan. Pertemuan ini bukan sekadar reuni biasa, melainkan dianggap sebagai momen puncak perjalanan spiritual mereka berdua.

Sayangnya, takdir berkata lain. Ibu dan anak ini dipercaya wafat secara bersamaan di lokasi tersebut. Tempat mereka wafat itulah yang kemudian menjadi petilasan sakral yang kita kenal sebagai Gunung Kemukus sekarang.

Wafatnya sang pangeran dan ibunya inilah yang menjadi akar tradisi ngalap berkah. Masyarakat percaya kalau lokasi petilasan mereka menyimpan aura keberkahan yang kuat. Awalnya, tradisi ini dilakukan sebagai bentuk mencari ketenangan batin, keselamatan, hingga kemudahan rezeki.

Namun, seiring berjalannya waktu, penafsiran masyarakat terhadap mitos ini jadi makin beragam, bahkan ada yang melenceng dari nilai aslinya. Padahal, kalau ditarik ke sejarahnya, Gunung Kemukus adalah saksi bisu tentang perjuangan manusia yang bergerak di antara perubahan politik besar dan pencarian spiritual yang mendalam.

Jadi, di balik mitos yang beredar, ada sejarah besar yang patut kita hormati ya, Gez! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: