BerandaHits
Sabtu, 22 Mei 2026 10:08

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

Ratusan pengelola media lokal menghadiri Jateng Media Summit 2026 di Semarang untuk membahas masa depan pers daerah di tengah disrupsi digital dan perkembangan AI. (Dok. JMS 2026)

Jateng Media Summit 2026 menyoroti tantangan media lokal menghadapi AI, algoritma digital, dan buzzer, sekaligus mendorong media kembali pada jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik.

Inibaru.id - Industri media lokal sedang menghadapi perubahan besar. Di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI), algoritma media sosial, hingga maraknya buzzer di ruang digital, media daerah didorong untuk kembali pada akar jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik.

Isu tersebut mengemuka dalam Jateng Media Summit 2026 yang digelar di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026). Forum bertema “Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah” itu mempertemukan ratusan pengelola media lokal dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk membahas masa depan industri pers di era digital.

Salah satu sorotan datang dari Chief Content Officer KapanLagi Youniverse (KLY), Wenselaus Manggut, yang menilai perubahan perilaku audiens saat ini menjadi tantangan serius bagi media. Menurutnya, Google kini tidak lagi sekadar mesin pencari, melainkan sudah berkembang menjadi Search Engine + Agentic AI.

Melalui fitur AI Overview, pengguna bisa langsung mendapatkan jawaban di halaman pencarian tanpa perlu membuka tautan berita. Kondisi ini dinilai dapat menggerus trafik media yang selama ini menjadi tumpuan model bisnis digital.

“Tak akan ada klik lagi,” ujar Wenselaus.

Karena itu, ia mengajak media lokal untuk mencari “jalan pulang”, yakni kembali pada esensi jurnalisme publik (public interest journalism). Menurutnya, media seharusnya tidak hanya mengejar viralitas atau angka tayangan, melainkan benar-benar menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Apa yang dibutuhkan masyarakat menjadi kompas utama dalam pemberitaan. Jurnalis berperan sebagai penghubung fakta dan kepentingan publik,” katanya.

Wenselaus juga menilai media perlu beradaptasi dengan format konten yang lebih kreatif agar tetap relevan di tengah perubahan digital. Visual storytelling, video pendek, hingga infografis interaktif dianggap mampu membantu media menjangkau audiens baru secara organik.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, menyoroti tantangan ekosistem informasi yang kini dipengaruhi oleh algoritma, AI, konvergensi media, dan monetisasi digital.

Ia mengingatkan bahwa konten viral belum tentu membawa dampak positif. Sebab, konten yang ramai di ruang digital justru sering kali bersifat kontroversial.

“Maka perlu saring sebelum sharing untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Tantangan lain datang dari maraknya propaganda dan aktivitas buzzer di media sosial. Dosen FISIP Universitas Diponegoro, Bangkit Wiryawan, menilai fenomena tersebut ikut merusak ekosistem bisnis media.

Menurutnya, pengelola media perlu meningkatkan literasi digital agar ruang informasi tidak dikuasai kelompok tertentu.

“Agar ruang digital kita tidak dikuasai kelompok tertentu,” pungkasnya.

Di tengah derasnya arus AI, algoritma, dan perang opini di ruang digital, media lokal tampaknya memang tak cukup hanya cepat dan viral. Kepercayaan publik, kedekatan dengan masyarakat, serta keberpihakan pada kepentingan publik bisa jadi justru menjadi kekuatan utama agar media tetap relevan dan bertahan di masa depan. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: