Inibaru.id – Meski berjarak sekitar 150 kilometer dengan pusat kabupaten Demak, Desa Watusomo yang ada di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, punya cerita tentang Sunan Kalijaga. Konon, salah seorang anggota Wali Songo tersebut pernah menyambangi desa ini, Millens.
Ceritanya, Sunan Kalijaga berkelana jauh sampai ke Wonogiri demi mencari kayu yang kemudian digunakan untuk membangun Masjid Agung Demak. Dia berkelana dengan memakai rakit untuk menyusuri sungai dan juga berjalan kaki.
“Anggota Wali Songo sepakat untuk mencari kayu hutan hingga ke selatan, yaitu Wonogiri untuk dipakai sebagai bahan pembangunan Masjid Agung Demak. Mereka lantas menemukannya di Hutan Donoloyo yang masuk wilayah Desa Watusomo,” cerita Takmir Masjid Tiban Wonokerjo Wonogiri menceritakan kisah Sunan Kalijaga sebagaimana dinukil dari Jatengprov, (15/4/2024).
Jadi begini, Sunan Kalijaga yang memakai rakit tiba di sebuah hutan yang dulu masih bernama Hutan Gung Liwang-Liwung yang lokasinya persis di tepian Sungai Keduang. Tatkala mengecek pohon-pohon apa saja yang ada di hutan tersebut, Sunan Kalijaga menemukan sejumlah pohon jati cempurung yang berusia cukup tua.
“Kayu jati cempurung itu kemudian dijadikan tiang Masjid Agung Demak yang masih berdiri kokoh sampai sekarang,” ucap Kepala Desa Watusomo, Suparmo.
Tatkala sudah menebang pohon jati cempurung yang cukup besar tersebut, Sunan Kalijaga kembali mengalami kesulitan untuk membawanya ke Demak. Kalau memakai perjalanan darat dengan kontur medan naik-turun, tentu bakal sulit dilakukan. Akhirnya dia memutuskan untuk menghanyutkannya di aliran Sungai Keduang.
Tapi, nggak lama setelah diletakkan di aliran sungai, kayu jati tersebut kemudian tersangkut di batu kembar. Peristiwa itulah yang kemudian mengilhami penamaan Desa Watusomo.
“Watu itu bermakna batu, sementara Somo artinya kembar. Makanya desa ini bernama Watusomo,” lanjut Suparmo.
Sayangnya, nggak ada kejelasan bagaimana kemudian Sunan Kalijaga mampu membebaskan kayu jati yang sempat nyangkut tersebut dan membawanya sampai ke Demak. Batu kembar bersejarah tersebut juga sudah nggak bisa lagi dilacak jejaknya karena tergerus aliran Sungai Keduang yang deras. Meski begitu, hutan jati yang dulu konon jadi lokasi Sunan Kalijaga mencari kayu masih ada hingga sekarang.
Di hutan jati itu pun kemudian didirikan petilasan Sunan Kalijaga yang kerap didatangi orang dari berbagai daerah untuk berziarah atau melakukan ritual tertentu pada Jumat Pon atau Jumat Kliwon.
Siapa sangka, nama Desa Watusomo di Wonogiri ternyata terkait dengan cerita sejarah yang semenarik ini, ya, Millens? (Arie Widodo/E05)