BerandaHits
Selasa, 19 Jan 2026 15:33

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

Ilustrasi: Untuk mencegah doomscrolling pada anak, orang tua bisa membatasi durasi tonton dengan fitur parental controls di Shorts. (Unsplash/Gaelle Marcel)

Banyaknya berita sensitif berpadu dengan algoritma rekomendasi di medsos berpotensi membuat anak mengalami doomscrolling. Fenomena ini bisa diatasi dengan melakukan pembatasan durasi tonton, salah satunya melalui fitur khusus di Youtube Shorts.

Inibaru.id - Mengetahui bahwa anak lelakinya sudah bisa diajak berdiskusi tentang berbagai hal, termasuk bencana lingkungan yang belakangan banyak dibahas di televisi, membuat Juwita senang. Namun, di sisi lain, dia juga merasa khawatir melihat buah hatinya begitu suka dengan berita-berita itu.

"Pernah suatu kali anak saya bilang, bencana besar akan terjadi sebentar lagi. Lalu, dia juga pernah bilang, meteor sebesar Jakarta akan menabrak bumi dua tahun lagi. Dia terus bertanya, apa yang harus kami lakukan jika bencana itu benar-benar terjadi," tutur Wita, sapaan akrabnya, Minggu (18/1/2026).

Obrolan semacam itu, dia melanjutkan, rupanya cukup sering diperbincangkan oleh teman-temannya di sekolah. Hal itu tentu saja membuatnya khawatir, mengingat anaknya baru berusia 12 tahun. Menurutnya, anak seusia itu seharusnya nggak mengonsumsi berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya tersebut.

"Jujurly, saya khawatir. Dia bilang, berita semacam itu juga banyak di (Youtube) Shorts. Satu-satunya medsos yang bisa dia akses memang cuma Shorts. Saya khawatir dia stres sendiri karena terus scrolling berita semacam itu di medsos," tutur perempuan yang saat ini berdomisili di Kota Semarang tersebut.

Kekhawatiran yang Masuk Akal

Apa yang dikhawatirkan Wita sangatlah masuk akal, mengingat algoritma rekomendasi platform medsos, khususnya video pendek, yang dibuat agar kita terus scrolling memang didasarkan pada pencarian terakhir kita. Maka, apa yang dicari anak di medsos akan menjadi apa yang direkomendasikan.

Rekomendasi "yang sesuai" akan terus muncul agar anak bertahan di depan layar lebih lama. Padahal, para ahli pendidikan dan kesehatan digital telah memperingatkan bahaya durasi tonton yang terlalu lama terhadap kualitas tidur, konsentrasi sekolah, dan kesejahteraan psikologis anak; apalagi jika yang dikonsumsi adalah konten-konten yang sensitif untuk anak.

Menyikapi hal ini, platform video daring Youtube sejatinya telah memperkuat alat pengawasan orang tua untuk membantu mengatur kebiasaan menonton anak-anak dan remaja. Salah satu pembaruan terbesarnya adalah fitur kontrol waktu untuk Shorts.

Sedikit informasi, saat ini Shorts merupakan salah satu medsos terpopuler di kalangan anak. Youtube secara resmi mengumumkan alat kontrol ini sebagai bagian dari rangkaian pembaruan parental controls untuk akun anak yang diawasi (supervised accounts).

Fenomena Doomscrolling pada Anak

Tujuan utama alat kontrol Youtube ini adalah untuk memberi orang tua lebih banyak kendali atas kebiasaan menonton dengan durasi waktu berlebihan. Kontrol ini dinilai penting, salah satunya untuk mencegah anak doomscrolling atau kebiasaan terus-menerus menelusuri medsos yang berisikan konten negatif.

Sebagaimana dikatakan Wita, doomscrolling memang sedang "ngetren" di kalangan anak. Mereka terus-menerus menelusuri bad news seperti berita pembunuhan, bencana, atau isu sensitif, yang bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Fenomena yang banyak "menjangkiti" remaja dan pra-remaja ini meningkat sejak pandemi Covid-19; menyebabkan stres, kecemasan, gangguan tidur, kelelahan mental, hingga masalah fisik. Situasi ini dapat diatasi salah satunya dengan membatasi durasi tonton dan jenis informasi yang dikonsumsi.

Maka, apa yang dilakukan Youtube tentu saja bisa menjadi langkah pencegahan yang menarik, Dengan pembaruan tersebut, orang tua kini dapat menentukan batas waktu harian berapa lama anak dapat menonton Shorts.

Membatasi Durasi Tonton 'Shorts'

Pembatasan durasi tonton Shorts cukup beragam, berkisar antara 15 menit hingga 2 jam per hari; bahkan akan segera ada opsi "nol menit" yang berarti menonaktifkan akses Shorts sepenuhnya. Youtube menyatakan bahwa fitur ini nggak bisa diubah oleh anak tanpa persetujuan orang tua.

“Fitur ini enempatkan orang tua secara tegas dalam kendali jumlah konten video pendek yang ditonton anak-anak mereka,” tulis Youtube dalam pembaruan aturan.

Selain pengaturan waktu, orang tua juga menggunakan pengingat khusus, yakni Bedtime (waktu tidur) dan Take a Break (istirahat), untuk mendorong anak berhenti menonton ketika batas tertentu tercapai. Keduanya menjadi fitur otomatis untuk akun di bawah usia 18 tahun yang waktunya bisa disesuaikan oleh orang tua.

Fitur kontrol ini bekerja melalui supervised accounts; akun yang disarankan untuk anak dan remaja, yang terhubung dengan akun orang tua melalui Google Family Link. Youtube menilai, strategi ini adalah upaya untuk memberi pengalaman yang aman dan sehat tanpa membatasi akses ke konten bermanfaat pada anak.

Cara mengatur Fitur Durasi 'Shorts'

Ilustrasi: Untuk mengaktifkan fitur durasi Shorts, pastikan akun anak dalam Mode Pengawasan. (Mashable)

1. Pastikan akun anak dalam Mode Pengawasan

Untuk mulai menggunakan fitur kontrol ini, orang tua perlu memastikan akun anak berada dalam pengawasan (supervised account), karena fitur tersebut hanya tersedia untuk akun anak atau remaja yang diawasi

  • Pastikan akun Google anak terhubung dengan akun orang tua melalui Google Family Link;
  • Jika belum, unduh aplikasi Google Family Link di ponsel orang tua dan ikuti proses penautan akun anak.

2. Buka aplikasi Youtube

  • Masuk ke aplikasi Youtube di ponsel orang tua atau anak;
  • Pastikan orang tua login menggunakan akun anak yang berada dalam Mode Pengawasan.

3. Masuk ke menu Setelan

  • Ketuk foto profil di pojok kanan atas;
  • Pilih Setelan (Settings).

4. Pilih menu Pengawasan (Parental Controls)

  • Masuk ke menu Pengawasan (Supervision) atau Parental Controls;
  • Pada bagian ini, orang tua bisa melihat dan mengatur aktivitas menonton anak.

5. Atur Batas Waktu Youtube Shorts

  • Cari opsi Batas Waktu Youtube Shorts;
  • Pilih durasi maksimal menonton Shorts per hari: 15 menit, 30 menit, 1 jam, atau 2 jam;
  • Setelah batas waktu tercapai, Shorts tidak dapat diputar lagi hingga hari berikutnya.

6. Aktifkan Pengingat Tambahan (Opsional tapi Disarankan)

Untuk membantu membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, orang tua juga bisa mengaktifkan:

  • Take a Break; sebagai pengingat untuk berhenti menonton setelah periode tertentu;
  • Bedtime; untuk memblokir akses Youtube pada jam tidur.

7. Simpan dan pastikan pengaturan terkunci

  • Pastikan pengaturan nggak bisa diubah melalui akun anak;
  • Semua perubahan hanya dapat dilakukan dari akun orang tua.

Perlu diketahui bahwa fitur ini hanyalah alat kontrol. Sebagai orang tua, kita sebaiknya memadukan fitur tersebut dengan diskusi terbuka tentang kebiasaan digital yang sehat agar anak memahami alasan di balik pembatasan itu.

Jelaskan kepada anak alasan pembatasan, bukan hanya aturannya; lalu kombinasikan dengan aktivitas lain seperti membaca, olahraga, atau waktu keluarga yang menyenangkan untuk anak. Terakhir, jangan lupa evaluasi rutin, sudahkah batas waktu itu sesuai dengan usia dan kebutuhan anak?

Selamat mencoba ya, Gez! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: