Inibaru.id - Di tengah antrean panjang dan citra haji yang identik dengan usia lanjut, wajah jemaah asal Kota Semarang tahun ini tampak agak berbeda. Beberapa gen z tampak menjadi bagian dari daftar jemaah yang akan berangkat pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Semarang Mawardi mengungkapkan, porsi jemaah muda memang belum mendominasi, tapi mulai menunjukkan tren. Dari total 1.747 calon haji (calhaj), sekitar 30 persen di antaranya relatif masih muda, dengan puluhan orang di antaranya adalah zilenial.
"Sekitar 30 persen anak muda, dengan kalangan berusia di bawah 30 tahun atau masuk kategori gen z sebanyak 56 orang," ucap Mawardi saat dihubungi Inibaru.id, Rabu (8/4/2026).
Mawardi mengakui ada peningkatan minat dari kalangan jamaah haji muda. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya pelimpahan porsi haji dari orang tua yang meninggal dunia atau nggak lagi memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat.
"Ada 10 calon jemaah haji yang bahkan berusia di bawah 20 tahun. Mereka mendapat pelimpahan dari orang tua, baik karena meninggal dunia atau istithaah kesehatan. Pelimpahan ini biasanya sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan," ungkapnya.
Di sisi lain, ada pula keluarga yang sejak awal sudah merencanakan keberangkatan anaknya. Artinya, nggak sedikit orang tua yang mendaftarkan anak untuk haji sejak usia belasan tahun, sehingga saat waktu keberangkatan tiba, usia mereka masih tergolong muda.
Nggak Ada Perlakuan Khusus
Dalam prosesnya, seluruh calon jamaah menjalani tahapan yang sama tanpa perlakuan khusus. Jemaah muda maupun lansia tetap mengikuti rangkaian manasik dan persiapan lainnya dengan standar yang seragam, jadi nggak ada pengecualian.
"Usia lansia calon jemaah haji tahun ini juga menurun dibanding tahun sebelumnya. Untuk kelompok usia di atas 70 tahun jumlahnya hanya sekitar ratusan sekian," kata Mawardi.
Secara keseluruhan, komposisi usia dari 1.747 calon jemaah haji asal Semarang cukup beragam. Kelompok usia 31-50 tahun tercatat sebanyak 457 orang, sedangkan kelompok usia 51-75 tahun mendominasi dengan 1.160 orang. Sementara, kelompok usia 76-81 tahun ke atas berjumlah 151 orang.
Selain itu, masih terdapat 26 calhaj yang usianya mencapai lebih dari 81 tahun. Mawardi memastikan bahwa seluruh jemaah telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
"Pesan saya, menjelang keberangkatan, semua calon jemaah harap menjaga kesehatan, menghindari aktivitas yang menguras fisik, dan saat ibadah haji nanti jangan terlalu sering berswafoto di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi," tandasnya.
Fenomena ini jadi sinyal kalau haji kini mulai dilihat sebagai ibadah yang bisa direncanakan sejak muda. Jadi, kalau punya kesempatan, jangan tunggu lama-lama ya, Gez! (Sundara/E10)
