BerandaHits
Jumat, 9 Apr 2026 16:23

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

Dapur rumah warga di Banyumanik dipenuhi genteng yang berserakatan akibat angin puting beliung. (Inibaru.id/ Sundara)

Angin puting beliung yang menerjang Kota Semarang meninggalkan kerusakan terhadap puluhan rumah warga. Menyikapi hal ini, Pemkot pun segera melakukan langkah cepat untuk memastikan proses pemulihan.

Inibaru.id - Terjangan angin puting beliung di Kota Semarang pada 30 Maret 2026 lalu menyisakan cerita kerusakan sekaligus upaya pemulihan. Di Kampung Gunung Tugel, Kecamatan Banyumanik, salah satu rumah warga terdampak cukup parah, terutama di bagian atap yang hingga kini belum sepenuhnya diperbaiki.

Istiadi adalah sosok yang merasakan langsung dahsyatnya angin tersebut. Genteng rumahnya yang beterbangan bahkan masih terlihat berserakan di area dapur, menjadi sisa kejadian yang berlangsung singkat tapi berdampak besar tersebut.

Lelaki 40 tahun itu menceritakan peristiwa tersebut, yang menurutnya bermula dari hujan deras yang disertai angin kencang. Tanpa diduga, angin puting beliung terbentuk di dekat rumahnya, menghantam permukiman warga, serta membuat rumahnya porak poranda.

"Kejadiannya sekitar jam empat sore, berlangsung singkat. Saat itu, saya fokus menyelamatkan istri dan anak untuk keluar dari rumah," ucap Istiadi saat ditemui Inibaru.id, Rabu (8/4).

Mengalami Keterbatasan Biaya

Akibat kejadian tersebut, atap rumah Istiadi mengalami kerusakan. Yang terparah adalah bagian kamar depan dan dapur. Namun, karena mengalami keterbatasan biaya, hingga kini dia mengaku belum bisa melakukan perbaikan secara menyeluruh.

"Ini adalah kejadian puting beliung pertama yang saya alami. Sempat kaget, tapi tidak sampai trauma karena warga bersama pemerintah setempat langsung melakukan langkah antisipasi, termasuk memangkas pohon yang rawan tumban," sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto menyebut, dampak angin puting beliung pada akhir Maret 2026 itu cukup luas. Meski nggak menimbulkan korban jiwa, puluhan rumah warga tercatat mengalami kerusakan, terutama pada bagian atapnya.

"Setelah kami asesmen, ditemukan 65 rumah huni yang atapnya rusak. Tingkat kerusakan akibat puting beliung itu sekitar 80 persen," ucap Endro. "Dalam catatan kami, di wilayah ini belum pernah terjadi peristiwa angin puting beliung."

Pemkot Akan Turun Tangan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau rumah yang terdampak puting beliung. (Inibaru.id/ Sundara)

Berdasarkan data dari BPBD Kota Semarang, bencana di Kota Semarang sepanjang 2026 didominasi oleh bencana angin puting beliung yang mencapai 140 kejadian, kemudian disusul oleh 139 kasus pohon tumbang yang juga berdampak pada permukiman warga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa Pemkot akan turun tangan dalam proses pemulihan pascabencana. Setelah melakukan peninjauan, perbaikan rumah warga terdampak akan segera ditindaklanjuti.

"Bantuan darurat seperti sembako sudah kami bagikan. Rumah yang perlu direnovasi akan masuk dalam daftar Dinas Perkim melalui program RTLH. Kami berharap tim survei dapat segera bekerja dan mengambil keputusan tanpa ragu, karena ini memang sebuah kebutuhan," imbuh Agustina.

Sembari menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Banyumanik, perempuan 54 tahun itu juga meminta BPBD untuk melakukan analisis lebih mendalam terkait fenomena puting beliung tersebut serta menyusun langkah mitigasi agar kejadian serupa bisa diantisipasi dengan lebih baik.

Buka Kolaborasi Swasta

Selain mengandalkan anggaran APBD, Pemkot Semarang juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta. Menurut Agustin, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan sangat membantu percepatan perbaikan puluhan rumah warga yang terdampak bencana tersebut.

"Yang terdampak angin puting beliung ada 65 rumah. Tapi yang cukup parah ada 29 rumah, itu satu putaran angin cerita yang kami dengar dari warga," tukas Agustina.

Kejadian ini jadi alarm kalau cuaca ekstrem makin tak bisa diprediksi, proses pemulihan memang penting, tapi langkah antisipasi ke depan jauh lebih penting.

Nah, buat para pemilik perusahaan yang memiliki program CSR yang sejalan dengan perbaikan rumah korban bencana tersebut, feel free to join ya! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: