BerandaHits
Jumat, 26 Mar 2026 09:01

Tips Mendapatkan Spot Hanami untuk Melihat Bunga Sakura di Jepang

Tradisi hanami alias melihat bunga sakura saat musim semi di Jepang. (Cheapoguides)

Pengin melihat bunga sakura saat musim semi di Jepang? Nah, biar mendapatkan pengalaman terbaik, ketahui dulu trik mendapatkan spot hanami berikut ini.

Inibaru.id - Musim semi di Jepang selalu punya daya tarik yang sulit ditolak. Saat bunga sakura mulai bermekaran, taman-taman kota berubah menjadi ruang piknik raksasa yang dipenuhi warga lokal dan wisatawan. Tradisi menikmati bunga sakura sambil berkumpul ini dikenal dengan sebutan hanami.

Kalau kamu kebetulan sedang main ke Tokyo dan juga pengin mendapatkan spot hanami selagi sakura mekar di sana, ada lo “strategi khusus” supaya kamu bisa kebagian spot nyaman.

Banyak orang mengira tempat hanami di taman bisa dipesan seperti reservasi restoran. Faktanya, hampir semua taman di Tokyo tidak menyediakan sistem pemesanan tempat. Artinya, aturan yang berlaku adalah "siapa cepat dia dapat".

Datang Lebih Awal Jadi Kunci Utama

Salah satu rahasia mendapatkan spot hanami adalah soal waktu. Pengunjung biasanya sudah datang sejak pagi, bahkan sebelum jam kerja dimulai, terutama saat akhir pekan atau puncak mekarnya sakura.

Begitu menemukan area yang diperbolehkan untuk piknik, kamu bisa langsung menggelar tikar. Namun, berbeda dengan kebiasaan di beberapa negara lain, tikar yang sudah digelar tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Selalu pastikan ada seseorang yang menjaga area tersebut.

Selain itu, gunakan tikar secukupnya sesuai jumlah orang. Mengambil ruang terlalu besar dianggap kurang sopan karena taman digunakan bersama oleh banyak pengunjung.

Bawa Perlengkapan Sederhana Saja

Masyarakat menggelar tikar dan menikmati pemandangan bunga sakura yang cantik. (Notesofnomads)

Hanami identik dengan suasana santai, bukan pesta besar. Karena itu, sebagian besar taman di Tokyo melarang penggunaan perlengkapan besar seperti tenda, meja lipat, speaker, atau generator listrik.

Peralatan sederhana justru lebih disarankan. Tikar piknik, makanan praktis dari minimarket, dan minuman hangat dianggap sudah cukup untuk menemani indahnya bunga sakura.

Jangan lupa membawa kantong sampah sendiri. Meski beberapa taman menyediakan tempat sampah, biasanya fasilitas tersebut ditutup pada malam hari. Budaya menjaga kebersihan menjadi bagian penting dari pengalaman hanami di Jepang.

Kenali Aturan di Setiap Taman

Setiap taman memiliki kebijakan yang sedikit berbeda. Di Yoyogi Park, misalnya, pengunjung tidak boleh memasang tali atau tanda untuk “mengklaim” area. Tikar yang ditinggal tanpa penjaga bisa dipindahkan petugas.

Sementara di Shiba Park, hanya area tertentu yang boleh digunakan untuk piknik, sehingga pengunjung harus lebih teliti memilih lokasi. Penggunaan api tetap dilarang dan sampah wajib dibawa pulang.

Berbeda lagi dengan Ueno Park, salah satu lokasi hanami paling populer di Tokyo. Suasananya sangat ramai hingga terasa seperti festival. Strategi terbaik di sini adalah datang lebih awal. Jika sulit mendapatkan satu tempat besar, membagi kelompok menjadi beberapa tikar kecil sering jadi solusi paling efektif.

Checklist Agar Hanami Lebih Nyaman

Supaya pengalaman melihat sakura berjalan lancar, ada beberapa barang yang sebaiknya disiapkan, yaitu:

  • Tikar piknik sesuai jumlah orang
  • Kantong sampah pribadi
  • Tisu basah atau hand sanitizer
  • Jaket tipis sebagai antisipasi suhu udara sore yang bisa jadi lebih dingin
  • Makanan dan minuman siap santap
  • Pembagian tugas menjaga tempat

Dengan memahami kebiasaan lokal dan aturan taman, hanami di Tokyo bukan cuma soal melihat bunga sakura, tetapi juga merasakan budaya kebersamaan yang tertib dan saling menghargai. Jadi, gimana nih, Gez? Sudah siap melakukannya? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: