Inibaru.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di seluruh Indonesia sejak 15 Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, petugas sensus akan mendatangi rumah tangga maupun pelaku usaha untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam pemetaan kondisi ekonomi nasional.
Di tengah pelaksanaan sensus, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya oknum yang mengaku sebagai petugas BPS. Karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri petugas resmi agar terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan kegiatan sensus.
Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang Resmi
BPS membekali petugas lapangan dengan sejumlah identitas dan atribut resmi yang dapat dikenali masyarakat.
1. Membawa Kartu Identitas Resmi
Petugas sensus wajib membawa kartu identitas resmi yang memuat logo BPS, nama petugas, nomor identitas, foto, serta masa berlaku penugasan.
Sebelum proses wawancara dilakukan, masyarakat berhak meminta petugas menunjukkan kartu identitas tersebut untuk memastikan keabsahannya.
2. Mengenakan Rompi dan Atribut Lapangan
Petugas Sensus Ekonomi 2026 juga dibekali atribut lapangan berupa rompi atau jaket resmi berwarna biru dongker yang dilengkapi logo BPS dan identitas kegiatan sensus.
Selain itu, petugas biasanya menggunakan topi berlogo instansi dan membawa tas kerja khusus yang digunakan selama proses pendataan.
3. Membawa Surat Tugas Resmi
Selain kartu identitas, petugas wajib memiliki surat tugas resmi dari BPS.
Surat tersebut berisi informasi mengenai nama petugas, wilayah kerja, jenis pendataan yang dilakukan, serta periode pelaksanaan tugas. Jika diperlukan, masyarakat dapat meminta petugas menunjukkan surat tugas sebelum wawancara dimulai.
Baca Juga:
Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil4. Melakukan Wawancara Sesuai Kuesioner Resmi
Petugas resmi hanya akan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan usaha sesuai kuesioner yang telah ditetapkan BPS.
Beberapa data yang biasanya ditanyakan meliputi jenis usaha, lokasi usaha, jumlah tenaga kerja, serta aktivitas operasional usaha secara umum.
Data yang Tidak Pernah Diminta Petugas BPS
Masyarakat perlu memahami bahwa Sensus Ekonomi bukan kegiatan audit keuangan pribadi.
Karena itu, petugas resmi tidak akan pernah meminta data-data rahasia seperti:
- PIN ATM
- Password atau kata sandi perbankan
- Kode OTP (One-Time Password)
- Nomor kartu kredit
- Detail rekening bank
Jika ada pihak yang meminta informasi tersebut dengan mengatasnamakan petugas sensus, masyarakat sebaiknya menolak dan tidak memberikan data apa pun.
Pelaksanaan Sensus Tidak Dipungut Biaya
Hal lain yang perlu diketahui adalah seluruh proses Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan secara gratis.
Petugas resmi tidak diperbolehkan meminta uang administrasi, biaya pendataan, maupun bentuk imbalan lainnya kepada masyarakat atau pelaku usaha.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemui Petugas Mencurigakan?
Apabila menemukan seseorang yang mengaku sebagai petugas sensus tetapi tidak dapat menunjukkan identitas atau surat tugas resmi, masyarakat disarankan untuk tetap waspada.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menolak wawancara jika identitas petugas tidak jelas.
- Tidak memberikan dokumen pribadi maupun data keuangan.
- Menghubungi kantor BPS kabupaten atau kota setempat untuk melakukan verifikasi.
- Melaporkan kepada aparat keamanan atau pengurus lingkungan apabila terdapat indikasi penipuan atau pemerasan.
Dengan mengenali ciri-ciri petugas Sensus Ekonomi 2026 yang resmi, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pendataan nasional dengan lebih aman dan nyaman. Sikap kooperatif sekaligus waspada menjadi kunci agar kegiatan sensus berjalan lancar tanpa mengorbankan keamanan data pribadi. (Ike/E01)
