BerandaHits
Jumat, 6 Agu 2026 14:24

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

Pemerintah mengalihkan kepemilikan mayoritas KCIC ke Kementerian Keuangan sebagai bagian dari restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. (Dok. PT KCIC)

Kementerian Keuangan akan mengambil alih 60 persen saham KCIC sebagai bagian dari restrukturisasi utang Whoosh yang ditargetkan rampung pada September 2026 tanpa membebani APBN.

Inibaru.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan mengambil alih seluruh kepemilikan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Langkah ini menjadi bagian dari proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, setelah proses tersebut selesai, kepemilikan mayoritas KCIC tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan dikelola oleh Kementerian Keuangan.

"Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September sudah akan selesai," ujar Purbaya usai bertemu Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta, Rabu (5/8).

PT KCIC merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dan konsorsium perusahaan asal China.

Selama ini, sekitar 60 persen saham KCIC dimiliki oleh Indonesia melalui konsorsium PSBI yang beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), PTPN III, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Sementara 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium perusahaan China.

Purbaya menegaskan, restrukturisasi tersebut tidak mengubah komposisi kepemilikan antara Indonesia dan China. Perbedaannya hanya terletak pada pemegang saham dari pihak Indonesia yang nantinya berada langsung di bawah Kementerian Keuangan.

Ia juga memastikan konsorsium Indonesia tidak dibubarkan dan kerja sama dengan mitra asal China tetap berlanjut.

Bahkan, menurutnya, pemerintah China masih menunjukkan komitmen untuk melanjutkan kerja sama, termasuk membuka peluang pengembangan jalur kereta cepat hingga ke Jawa Timur pada masa mendatang.

Dikelola Melalui Lembaga Khusus

Setelah saham dialihkan ke Kementerian Keuangan, pengelolaannya tidak akan dilakukan secara langsung oleh pemerintah pusat, melainkan melalui dua lembaga Special Mission Vehicle (SMV) atau lembaga khusus yang berada di bawah Kementerian Keuangan.

Purbaya menyebut pemerintah memiliki beberapa SMV yang berpengalaman mengelola pembiayaan proyek strategis, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Namun, ia belum memastikan lembaga mana yang akan ditunjuk.

Skema ini dipilih agar pengelolaan investasi dan restrukturisasi utang dapat dilakukan secara profesional tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN," tegas Purbaya.

Menurutnya, sumber pendanaan untuk penyelesaian utang dapat berasal dari keuntungan yang diperoleh SMV, sehingga tidak seluruhnya mengandalkan dana negara.

Meski pemerintah telah memastikan pengambilalihan saham, besaran utang yang akan direstrukturisasi masih dalam proses perhitungan.

COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, rincian nilai utang akan diumumkan setelah proses pengalihan kepemilikan selesai.

Pengambilalihan saham ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga keberlanjutan operasional dan kesehatan keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar hasil kerja sama Indonesia dan China.

Dengan skema baru tersebut, pemerintah berharap restrukturisasi utang dapat berjalan lebih efektif tanpa mengganggu kondisi keuangan BUMN yang sebelumnya tergabung dalam konsorsium Indonesia.

Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pengembangan jaringan kereta cepat ke wilayah lain apabila terdapat kesepakatan lanjutan dengan mitra dari China. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: