BerandaHits
Rabu, 4 Agu 2026 11:42

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

Satelit hiperspektral Lampung-1 hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung dengan mitra dari China dijadwalkan meluncur pada 5 Agustus 2026 dari lepas pantai Shandong. (Instagram star.vision_aerospace)

Pemprov Lampung bersama mitra teknologi antariksa dari China akan meluncurkan satelit hiperspektral berbasis AI bernama Lampung-1 pada 5 Agustus 2026 untuk mendukung pertanian, kelautan, pengelolaan lingkungan, dan mitigasi bencana.

Inibaru.id – Pemerintah Provinsi Lampung bersiap memasuki babak baru dalam pemanfaatan teknologi antariksa. Bersama perusahaan teknologi antariksa asal China, STAR.VISION, Pemprov Lampung dijadwalkan meluncurkan satelit hiperspektral Lampung-1 pada 5 Agustus 2026 dari laut lepas pantai Shandong, China.

Kepastian jadwal peluncuran tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi STAR.VISION, @star.vision_aerospace, yang kemudian dibagikan ulang oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Dalam unggahannya, STAR.VISION menyebut roket pembawa satelit telah diberangkatkan menuju kapal peluncur dan sedang dalam perjalanan menuju lokasi peluncuran.

Peluncuran ini menjadi bagian dari misi OSE Hyperspectral Twin Satellites, yakni misi peluncuran dua satelit hiperspektral sekaligus. Selain Lampung-1 milik Pemerintah Provinsi Lampung, misi tersebut juga akan membawa Samarkand 2028, satelit milik Pemerintah Uzbekistan.

Lampung-1 bukan sekadar satelit penginderaan jauh biasa. Satelit ini dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multiband yang dipadukan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Teknologi tersebut memungkinkan sebagian proses analisis data dilakukan langsung di orbit tanpa harus menunggu seluruh data dikirim ke bumi terlebih dahulu. Dengan begitu, informasi yang dihasilkan dapat diperoleh lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien untuk berbagai kebutuhan.

Menurut STAR.VISION, teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data di berbagai sektor strategis.

Pemanfaatan Lampung-1 dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan di Provinsi Lampung.

Satelit ini dapat digunakan untuk memantau kondisi wilayah pesisir dan kelautan, mendukung pertanian presisi, mengawasi perubahan lingkungan, hingga membantu mitigasi bencana.

Selain itu, keberadaan satelit diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola sumber daya alam, mempercepat transformasi digital, sekaligus memperkuat daya saing daerah melalui pemanfaatan data antariksa.

STAR.VISION juga menyebut pengembangan Lampung-1 diarahkan untuk mendukung percepatan ekonomi maritim, penguatan tata kelola lingkungan, serta kolaborasi industri berbasis teknologi.

Peluncuran Lampung-1 menjadi salah satu wujud kerja sama antariksa antara Indonesia dan China yang mulai dibangun pada Mei 2026.

Saat itu, STAR.VISION, Oriental Spaceport, dan Pemerintah Provinsi Lampung menandatangani nota kerja sama strategis di Haiyang, China.

Kolaborasi tersebut tidak hanya mencakup pengembangan satelit penginderaan jauh hiperspektral, tetapi juga pemanfaatan teknologi AI di atas satelit serta komputasi super di orbit.

Melalui kerja sama ini, para mitra menargetkan terbentuknya platform intelijen berbasis antariksa yang terintegrasi untuk mendukung sektor pertanian, pemantauan maritim, pengelolaan lingkungan, hingga berbagai layanan publik lainnya.

Dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites, STAR.VISION juga menggandeng sejumlah mitra internasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Provinsi Lampung, dan Uzcosmos Uzbekistan.

Apabila peluncuran berlangsung sesuai jadwal, Lampung-1 akan menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas pemanfaatan teknologi satelit di tingkat daerah. Kehadirannya diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih cepat dan akurat untuk mendukung pembangunan berbasis sains dan teknologi, mulai dari sektor pertanian, kelautan, lingkungan, hingga mitigasi bencana. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: