Inibaru.id – Kalau mendengar julukan Little Tiongkok, mungkin yang terbayang adalah sebuah kawasan pecinan di kota besar. Padahal, julukan itu justru melekat pada Lasem, sebuah kota kecil di pesisir utara Jawa Tengah yang menyimpan sejarah panjang tentang perdagangan, akulturasi budaya, dan toleransi.
Terletak di Kabupaten Rembang, tepat di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Lasem telah menjadi pelabuhan penting sejak berabad-abad lalu. Letaknya yang strategis menjadikan kota ini sebagai tempat bertemunya para pedagang dari berbagai daerah, termasuk Tiongkok. Dari sinilah lahir perpaduan budaya yang masih terasa hingga sekarang.
Pengaruh budaya Tionghoa di Lasem begitu kuat sehingga kota ini kerap dijuluki The Little Tiongkok. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Hingga kini, berbagai bangunan berarsitektur Tionghoa masih berdiri kokoh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Menariknya, keberagaman budaya di Lasem tumbuh berdampingan dengan harmonis. Masjid, klenteng, dan gereja telah berdiri berdekatan selama ratusan tahun, menjadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari sejarah kota ini.
Berwisata ke Lasem tak hanya soal menikmati bangunan tua, tetapi juga menyusuri jejak sejarah yang masih hidup.
Beberapa destinasi yang menjadi ikon kota ini antara lain Rumah Merah Loseng, Klenteng Cu An Kiong, Masjid Jami Lasem, hingga Pantai Caruban yang menawarkan suasana pesisir yang tenang.
Setiap sudut Lasem menghadirkan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa yang berpadu secara alami, mulai dari arsitektur bangunan, tradisi masyarakat, hingga kulinernya.
Batik Lasem Mendunia
Selain sejarahnya, Lasem juga dikenal sebagai salah satu sentra batik pesisir di Indonesia. Batik Lasem memiliki ciri khas warna merah menyala yang sering disebut sebagai "merah darah ayam", warna yang menjadi identitas batik dari daerah ini sejak pertengahan abad ke-19.
Hingga kini, tradisi membatik masih terus dilestarikan oleh para perajin. Salah satunya di Omah Batik Lasem, tempat wisatawan dapat melihat sekaligus membeli batik asli dengan harga yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung motif, teknik, dan tingkat kerumitannya.
Setelah puas berburu batik, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Chinatown Lasem yang memiliki jalan berlantai merah dan dipenuhi bangunan-bangunan bersejarah.
Bagi pencinta wisata alam, Lasem juga memiliki sejumlah pantai yang menarik untuk disinggahi, seperti Pantai Caruban, Pantai Karang Jahe, dan Pantai Binangun Indah. Pantai-pantai tersebut menjadi pilihan tepat untuk menikmati suasana sore sambil melepas penat.
Meski berukuran kecil, Lasem menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan wisata yang begitu lengkap. Tak heran jika kota ini menjadi salah satu destinasi yang layak masuk dalam daftar perjalanan saat berkunjung ke Jawa Tengah, terutama bagi mereka yang ingin menikmati wisata budaya dengan suasana yang lebih tenang dan autentik. (Ning/E01)
