BerandaHits
Kamis, 17 Jun 2026 11:46

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjadi responden pertama Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan petugas BPS di rumah dinasnya di Semarang. (Dok. Pemprov Jateng)

Sensus Ekonomi 2026 mulai berlangsung dengan metode door to door untuk mendata kondisi ekonomi rumah tangga, termasuk aktivitas usaha digital masyarakat.

Inibaru.id – Kalau dalam beberapa waktu ke depan rumahmu didatangi petugas berseragam rompi khusus dan membawa kartu identitas resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), tak perlu khawatir. Mereka sedang menjalankan tugas pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bahkan mengajak masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus dengan baik. Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan membantu pemerintah menyusun program ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Ajakan tersebut disampaikan setelah dirinya menjadi responden pertama Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah. Pendataan dilakukan langsung oleh petugas BPS di rumah dinasnya di Jalan Rinjani, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (15/6/2026).

"Harapannya, melalui sensus ini negara semakin mudah melakukan program ekonomi untuk masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Ayo dukung Sensus Ekonomi 2026," ujar Taj Yasin.

Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh rumah tangga dan pelaku usaha di Indonesia, termasuk usaha kecil yang dijalankan dari rumah maupun usaha berbasis digital.

Di Jawa Tengah, sebanyak 36.891 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan. Mereka dibekali kartu identitas resmi, surat tugas dari BPS setempat, serta mengenakan rompi khusus Sensus Ekonomi.

Masyarakat juga tak perlu khawatir terkait keamanan data. Pemerintah menjamin seluruh informasi yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Apa Saja yang Akan Ditanyakan?

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said menjelaskan, pendataan dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah. Dalam pelaksanaannya, biasanya terdapat dua petugas yang datang, yakni petugas wawancara dan petugas pengawas.

Pertanyaan yang diajukan tidak hanya seputar kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mencakup aspek sosial, kondisi perumahan, hingga aktivitas usaha yang dijalankan anggota keluarga.

Menariknya, sensus kali ini juga menjangkau aktivitas ekonomi digital. Jadi, jika ada anggota keluarga yang berjualan secara online, menjadi kreator konten, YouTuber, influencer, atau menjalankan usaha digital lainnya, informasi tersebut juga akan didata.

"Misalnya kalau ada anggota rumah tangga yang jualan online atau YouTuber atau influencer dan sebagainya," jelas Ali.

Ali berharap partisipasi Taj Yasin sebagai responden pertama bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sebab, semakin lengkap data yang terkumpul, semakin akurat pula gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang bisa menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan dan program pembangunan.

Jadi, kalau nanti ada petugas sensus ekonomi yang datang ke rumah, pastikan untuk memeriksa identitas resminya dan berikan informasi yang sesuai. Data yang kamu berikan bisa ikut membantu pemerintah merancang kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: