BerandaHits
Sabtu, 27 Mar 2026 11:01

Jika Memasang Dashcam Mobil, Apakah Aki Bisa Tekor?

Dashcam membutuhkan daya listrik, sementara sumber listrik mobil ada di aki. (Freepik/kwangmoop)

Sejumlah orang khawatir memasang dashcam mobil bisa bikin aki mobil jadi tekor. Apakah kekhawatiran ini memang sesuai fakta?

Inibaru.id - Belakangan ini, dashcam atau kamera dashboard semakin populer di kalangan pengendara mobil. Alat kecil yang biasanya dipasang di kaca depan ini berfungsi merekam perjalanan dan bisa menjadi bukti penting jika terjadi kecelakaan atau insiden di jalan. Namun, muncul satu pertanyaan yang cukup sering dibahas di kalangan pengguna mobil: apakah memasang dashcam mobil bisa membuat aki mobil cepat tekor?

Jawabannya sebenarnya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Semua tergantung pada cara pemasangan, fitur yang digunakan, serta kondisi aki mobil itu sendiri.

Konsumsi Listrik Dashcam Relatif Kecil

Secara umum, dashcam tidak membutuhkan listrik yang besar. Kebanyakan kamera dashboard hanya menggunakan arus sekitar 0,1 hingga 0,5 ampere saat merekam. Angka ini kira-kira setara dengan konsumsi lampu interior mobil.

Dengan konsumsi daya yang kecil ini, dashcam biasanya tidak akan memberikan dampak besar pada aki mobil selama mesin menyala. Saat mobil berjalan, alternator akan terus mengisi ulang aki sehingga penggunaan listrik dari dashcam bisa langsung tergantikan.

Artinya, selama mobil sering digunakan dan aki dalam kondisi sehat, penggunaan dashcam umumnya aman untuk aki mobilmu.

Masalah Biasanya Muncul Saat Mobil Parkir

Masalah baru bisa muncul ketika mobil diparkir dalam waktu lama, terutama jika dashcam memiliki fitur parking mode. Fitur ini memungkinkan kamera tetap aktif meski mobil tidak digunakan, biasanya untuk merekam jika ada gerakan atau benturan di sekitar kendaraan.

Dalam mode ini, dashcam tetap mengambil listrik dari aki. Konsumsinya memang kecil, sekitar 0,1 hingga 0,3 ampere per jam, tetapi jika berlangsung terus-menerus selama berhari-hari, listrik yang terpakai bisa cukup signifikan.

Sejumlah dashcam memakai mode parking mode yang menyedot daya dari aki. (Momobil)

Sebagai gambaran, aki mobil standar memiliki kapasitas sekitar 40–70 ampere-hour (Ah). Jika dashcam terus aktif saat mobil tidak digunakan, daya aki bisa berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya tidak cukup kuat untuk menyalakan mesin.

Karena itu, mobil yang jarang dipakai lebih berisiko mengalami aki tekor jika dashcam dibiarkan aktif terus-menerus.

Faktor Lain yang Berpengaruh

Selain fitur dashcam, ada beberapa hal lain yang juga memengaruhi apakah aki mobil akan cepat habis atau tidak.

Pertama adalah kondisi aki. Aki yang sudah berusia lebih dari tiga tahun biasanya kapasitasnya mulai menurun, sehingga lebih mudah drop ketika ada beban tambahan.

Kedua adalah cara pemasangan dashcam. Jika dashcam dihubungkan ke soket pemantik rokok yang mati saat mesin dimatikan, biasanya tidak akan menguras aki. Sebaliknya, jika dipasang langsung ke sistem kelistrikan mobil (hardwire), dashcam bisa terus mengambil listrik meski mobil sedang parkir.

Cara Aman Menggunakan Dashcam

Agar penggunaan dashcam tetap aman bagi aki mobil, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Pertama, pilih dashcam yang memiliki fitur pemutus tegangan otomatis. Fitur ini akan mematikan kamera ketika tegangan aki turun di bawah batas tertentu sehingga aki tidak sampai habis.

Kedua, pastikan mobil digunakan secara rutin agar aki kembali terisi. Jika mobil jarang dipakai, sebaiknya matikan fitur parking mode.

Pada akhirnya, dashcam sebenarnya tidak otomatis membuat aki mobil tekor. Selama pemasangannya benar dan aki mobil dalam kondisi baik, perangkat ini justru bisa menjadi perlindungan tambahan yang sangat berguna saat berkendara. Paham kan, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: