BerandaTradisinesia
Jumat, 26 Mar 2026 15:58

Festival Balon Udara Kembaran, Daya Tarik Wonosobo Sepekan setelah Lebaran

Penonton, peserta, dan panitia, duduk sejajar untuk dinikmati tumpeng menjelang penerbangan balon udara tradisional di Desa Kembaran. (KBCF)

Di antara balon-balon raksasa bermotif warna-warni, ribuan orang dari berbagai daerah berkumpul di Desa Kembaran, Kabupaten Wonosobo, untuk menyaksikan Kembaran Balon Culture Festival ke-25 yang berlangsung pada Rabu, 25/3/2026.

Inibaru.id - Merayakan Idulfitri di Kabupaten Wonosobo serasa nggak lengkap tanpa tradisi penerbangan balon udara massal. Tahun ini, tradisi asli Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar, yang telah dikemas menjadi festival budaya itu kembali digelar dengan meriah.

Bertempat di Stadion Ronggolawe, perhelatan yang kini dikenal sebagai Kembaran Balon Culture Festival (KBCF) itu terasa lebih istimewa tahun ini karena telah memasuki tahun ke-25 sejak pelaksanaannya dipusatkan di satu tempat.

Ketua Panitia KBCF Yanuar Ardiansyah mengungkapkan, tradisi ini sejatinya sudah berusia lebih dari seperempat abad. Masyarakat setempat diyakini sudah melakoninya sejak era 1965-an. Namun, dia menambahkan, kala itu penerbangannya dilakukan sendiri-sendiri, nggak kolektif seperti sekarang.

"Saat itu, warga menerbangkan balon secara terpisah di masing-masing wilayah. Namun, sejak 25 tahun lalu, kegiatan ini disatukan dalam satu wadah untuk mempererat kekompakan warga," tutur lelaki yang akrab disapa Yayan itu pada Selasa (24/3/2026).

Berasal dari Berbagai Daerah

Tumpeng yang disajikan pada Kembaran Balon Culture Festival. KBCF)

Seiring bertambahnya waktu, festival balon raksasa yang identik dengan motif warna-warni tersebut kian diminati masyarakat. Nggak hanya menjadi magnet warga Wonosobo, penontonnya juga datang dari pelbagai kota. Pun demikian dengan para pesertanya.

"Acara ini tidak hanya disaksikan oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan dari kota lain, bahkan luar Jawa, serta diliput oleh sejumlah media nasional dan internasional," jelas Yayan.

Nggak hanya penerbangan balon udara, rangkaian festival penyambut lebaran ini juga dimeriahkan dengan festival kostum dan penerbangan layangan naga raksasa. Yayan mengatakan, inovasi ini dilakukan untuk menarik minat wisatawan yang lebih luas.

"Sebagai simbol kebersamaan dan nguri-uri adat, kami juga menggelar prosesi tasyakuran 25 tumpeng yang dilanjutkan dengan makan bersama panitia, peserta, penonton, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir," jelas lelaki yang juga dikenal sebagai pengusaha muda asal Wonosobo tersebut.

Berlangsung selama Empat Hari

Prosesi kirab tumpeng dalam Kembaran Balon Culture Festival. (KBCF)

Penerbangan balon udara adalah gong dari rangkaian festival yang berlangsung selama empat hari. Sekretaris Desa Kembaran sekaligus penggerak acara Ady Setyawan menuturkan, rangkaian panjang festival tersebut membutuhkan tim yang solid. Maka, dia pun mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan panitia sejauh ini.

"Kesuksesan dan kemeriahan KBCF tidak lepas dari kerja keras dan kemandirian teman-teman panitia. Mereka sangat kompak, tanpa kepentingan pribadi. Sejak jam dua pagi kami sudah persiapan, lalu bekerja bergantian siang dan malam, setiap hari selama event berlangsung," ungkap Ady.

Dia menuturkan, rangkaian festival telah dimulai pada malam takbiran atau H-1 lebaran, dengan menggelar pesta lampion, karnaval obor, dan pesta kembang api.

"Meski menguras tenaga, seluruh rasa lelah panitia terbayar lunas melihat 'lautan manusia' yang memadati Desa Kembaran," tuturnya. "Kegiatan ini juga membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat; perputaran ekonomi meningkat berlipat-lipat saat event ini berlangsung."

Festival balon udara di Desa Kembaran resmi berakir kemarin, Rabu (25/3). Maka, buat kamu yang pengin menyaksikan kemolekan balon udara tersebut membumbung di angkasa, nantikan tahun depan, ya! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Prabowo Ungkap Rencana Bikin Bensin dari Batu Bara, Ini Tantangannya

22 Sep 2026

BDx Bangun Pusat Data AI 640 MW di Jatiluhur

23 Sep 2026

Dari Kuliner Perantauan hingga Jadi Identitas Daerah, Ini Fakta Menarik Mi Ayam Wonogiri

24 Sep 2026

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi

25 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: