Inibaru.id - Merayakan Idulfitri di Kabupaten Wonosobo serasa nggak lengkap tanpa tradisi penerbangan balon udara massal. Tahun ini, tradisi asli Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar, yang telah dikemas menjadi festival budaya itu kembali digelar dengan meriah.
Bertempat di Stadion Ronggolawe, perhelatan yang kini dikenal sebagai Kembaran Balon Culture Festival (KBCF) itu terasa lebih istimewa tahun ini karena telah memasuki tahun ke-25 sejak pelaksanaannya dipusatkan di satu tempat.
Ketua Panitia KBCF Yanuar Ardiansyah mengungkapkan, tradisi ini sejatinya sudah berusia lebih dari seperempat abad. Masyarakat setempat diyakini sudah melakoninya sejak era 1965-an. Namun, dia menambahkan, kala itu penerbangannya dilakukan sendiri-sendiri, nggak kolektif seperti sekarang.
"Saat itu, warga menerbangkan balon secara terpisah di masing-masing wilayah. Namun, sejak 25 tahun lalu, kegiatan ini disatukan dalam satu wadah untuk mempererat kekompakan warga," tutur lelaki yang akrab disapa Yayan itu pada Selasa (24/3/2026).
Berasal dari Berbagai Daerah
Seiring bertambahnya waktu, festival balon raksasa yang identik dengan motif warna-warni tersebut kian diminati masyarakat. Nggak hanya menjadi magnet warga Wonosobo, penontonnya juga datang dari pelbagai kota. Pun demikian dengan para pesertanya.
"Acara ini tidak hanya disaksikan oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan dari kota lain, bahkan luar Jawa, serta diliput oleh sejumlah media nasional dan internasional," jelas Yayan.
Nggak hanya penerbangan balon udara, rangkaian festival penyambut lebaran ini juga dimeriahkan dengan festival kostum dan penerbangan layangan naga raksasa. Yayan mengatakan, inovasi ini dilakukan untuk menarik minat wisatawan yang lebih luas.
"Sebagai simbol kebersamaan dan nguri-uri adat, kami juga menggelar prosesi tasyakuran 25 tumpeng yang dilanjutkan dengan makan bersama panitia, peserta, penonton, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir," jelas lelaki yang juga dikenal sebagai pengusaha muda asal Wonosobo tersebut.
Berlangsung selama Empat Hari
Penerbangan balon udara adalah gong dari rangkaian festival yang berlangsung selama empat hari. Sekretaris Desa Kembaran sekaligus penggerak acara Ady Setyawan menuturkan, rangkaian panjang festival tersebut membutuhkan tim yang solid. Maka, dia pun mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan panitia sejauh ini.
"Kesuksesan dan kemeriahan KBCF tidak lepas dari kerja keras dan kemandirian teman-teman panitia. Mereka sangat kompak, tanpa kepentingan pribadi. Sejak jam dua pagi kami sudah persiapan, lalu bekerja bergantian siang dan malam, setiap hari selama event berlangsung," ungkap Ady.
Dia menuturkan, rangkaian festival telah dimulai pada malam takbiran atau H-1 lebaran, dengan menggelar pesta lampion, karnaval obor, dan pesta kembang api.
"Meski menguras tenaga, seluruh rasa lelah panitia terbayar lunas melihat 'lautan manusia' yang memadati Desa Kembaran," tuturnya. "Kegiatan ini juga membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat; perputaran ekonomi meningkat berlipat-lipat saat event ini berlangsung."
Festival balon udara di Desa Kembaran resmi berakir kemarin, Rabu (25/3). Maka, buat kamu yang pengin menyaksikan kemolekan balon udara tersebut membumbung di angkasa, nantikan tahun depan, ya! (Siti Khatijah/E10)
