BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 11 Agu 2026 12:59

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

Ilustrasi, penampilan Tari Lengger Banyumas yang memadukan gerak anggun, iringan musik tradisional, dan filosofi budaya yang diwariskan turun-temurun. (Chatgpt)

Tari Lengger Banyumas bukan sekadar pertunjukan tradisional, tetapi warisan budaya yang menyimpan sejarah panjang, filosofi kehidupan, dan nilai-nilai luhur yang terus dijaga agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Inibaru.id - Di balik setiap gerak tangan yang anggun dan iringan musik calung yang khas, Tari Lengger Banyumas menyimpan sejarah panjang, nilai kehidupan, hingga filosofi tentang hubungan manusia dengan alam. Lebih dari sekadar hiburan, kesenian tradisional asal Banyumas, Jawa Tengah, ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat yang terus dijaga hingga kini.

Lengger merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional khas Banyumas yang telah berkembang selama ratusan tahun. Berdasarkan data Warisan Budaya Takbenda Kementerian Kebudayaan, kesenian Lengger Banyumasan telah tumbuh di wilayah Banyumas sejak sekitar tahun 1755. Namun sejumlah penelitian menyebut akar tradisinya bahkan telah ada jauh sebelumnya sebagai bagian dari ritual masyarakat agraris untuk memohon kesuburan dan hasil panen yang melimpah.

Dalam perkembangannya, fungsi Lengger berubah dari media ritual menjadi seni pertunjukan rakyat yang hadir dalam berbagai acara, mulai dari hajatan, khitanan, perayaan desa, hingga festival budaya.

Sejarah asal-usul Tari Lengger memiliki beberapa versi yang berkembang di masyarakat.

Versi pertama mengisahkan Putri Lengger Sari yang mengekspresikan kebebasan melalui tarian hingga berhasil memikat Raja Brawijaya V.

Sementara versi lain menghubungkan Lengger dengan kisah Dewi Candra Kirana yang menyamar sebagai penari demi mencari Panji Asmoro Bangun. Meski populer sebagai cerita rakyat, kedua kisah tersebut belum memiliki bukti sejarah yang dapat dipastikan kebenarannya.

Filosofi Gerakan yang Sarat Makna

Keindahan Tari Lengger tidak hanya terletak pada keluwesan geraknya. Setiap gerakan mengandung pesan filosofis tentang kehidupan.

Gerakan yang lembut melambangkan kelembutan hati, sementara gerakan yang lebih tegas menggambarkan keberanian, keteguhan, dan semangat hidup. Keseluruhan tarian merepresentasikan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Filosofi tersebut lahir dari kehidupan masyarakat Banyumas yang sejak dahulu sangat dekat dengan alam sebagai sumber penghidupan.

Selain menyuguhkan keindahan visual, Tari Lengger juga mengajarkan berbagai nilai luhur.

Nilai kerja sama tercermin melalui kekompakan para penari. Sikap saling menghormati, kesopanan, kejujuran, hingga keikhlasan menjadi pesan moral yang tersirat dalam setiap pertunjukan.

Bahkan gerakan menggenggam lalu melepaskan sering dimaknai sebagai simbol bahwa kehidupan selalu berubah sehingga manusia perlu belajar menerima setiap fase dengan lapang dada.

Salah satu keunikan Lengger Banyumas adalah keberadaan Lengger Lanang, yaitu penari laki-laki yang mengenakan busana perempuan. Tradisi ini telah dikenal sejak lama dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan Lengger.

Sejumlah penelitian menyebut praktik tersebut awalnya berkaitan dengan tradisi pertunjukan rakyat pada masa lalu, kemudian berkembang menjadi salah satu ciri khas seni pertunjukan Banyumas. Kini Lengger dapat ditarikan baik oleh perempuan maupun laki-laki sesuai kebutuhan pertunjukan.

Meski harus bersaing dengan berbagai bentuk hiburan modern, Tari Lengger masih terus dipentaskan dalam berbagai festival budaya dan kegiatan adat di Banyumas. Pemerintah daerah, komunitas seni, hingga para seniman muda juga aktif melakukan regenerasi agar kesenian ini tidak punah.

Pelestarian Lengger menjadi penting karena tarian ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan cerminan sejarah, identitas, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Banyumas yang diwariskan dari generasi ke generasi. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Prabowo Ungkap Rencana Bikin Bensin dari Batu Bara, Ini Tantangannya

22 Sep 2026

BDx Bangun Pusat Data AI 640 MW di Jatiluhur

23 Sep 2026

Dari Kuliner Perantauan hingga Jadi Identitas Daerah, Ini Fakta Menarik Mi Ayam Wonogiri

24 Sep 2026

SKCK Bakal Bisa Dicetak Sendiri, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi

25 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: