BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 10 Agu 2026 11:41

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

Ilustrasi, Desa Giyombong di Kecamatan Bruno, Purworejo, menyimpan jejak sejarah sebagai ibu kota sementara Jawa Tengah pada tahun 1948. (Chatgpt)

Desa Giyombong di Kabupaten Purworejo pernah menjadi ibu kota sementara Jawa Tengah selama sekitar empat bulan pada tahun 1948 demi menjaga jalannya pemerintahan di tengah Agresi Militer Belanda II.

Inibaru.id - Ketika mendengar nama ibu kota Jawa Tengah, hampir semua orang akan langsung menjawab Semarang. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa pada masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia, pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah sempat dipindahkan ke sebuah desa kecil di Kabupaten Purworejo, yakni Desa Giyombong, Kecamatan Bruno.

Meski hanya berlangsung sekitar empat bulan pada tahun 1948, peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan sejarah penting yang kini mulai terlupakan.

Pemindahan ibu kota Jawa Tengah ke Desa Giyombong terjadi pada masa Agresi Militer Belanda II. Saat itu, berbagai pusat pemerintahan di Pulau Jawa berada dalam ancaman sehingga pemerintah harus mencari lokasi yang lebih aman untuk mempertahankan jalannya roda pemerintahan.

Desa Giyombong dipilih karena letaknya berada di kawasan perbukitan yang terpencil. Akses menuju desa ini tidak mudah, sehingga dinilai lebih aman dari serangan pasukan Belanda.

Di desa inilah pemerintahan Provinsi Jawa Tengah tetap berjalan meski berada dalam kondisi perang.

Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, selama menjadi pusat pemerintahan, Desa Giyombong memiliki berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kantor pemerintahan, rumah dinas gubernur, dapur umum, lapangan, hingga tempat berolahraga.

Gubernur Jawa Tengah saat itu, Wongsonegoro, juga tinggal di desa tersebut selama pemerintahan berlangsung.

Sayangnya, bangunan-bangunan itu kini sudah tidak lagi berdiri. Seiring berjalannya waktu, sebagian besar telah ambruk atau berganti menjadi rumah warga dan lahan pertanian.

Walaupun bangunan utama telah hilang, beberapa peninggalan sejarah masih dapat ditemukan di Desa Giyombong. Di antaranya berupa brankas besi, bangku kayu panjang, dan meja yang dahulu digunakan pada masa pemerintahan Jawa Tengah berada di desa tersebut.

Selain benda-benda tersebut, cerita dari para sesepuh dan saksi hidup menjadi pengingat bahwa desa kecil di lereng pegunungan ini pernah memegang peranan penting dalam sejarah pemerintahan Jawa Tengah.

Kini, Desa Giyombong lebih dikenal sebagai kawasan pegunungan dengan udara yang sejuk dan pemandangan alam yang masih asri. Lokasinya berada sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Purworejo, dengan akses jalan yang semakin menantang ketika mendekati desa.

Selain menawarkan suasana pedesaan yang tenang, Giyombong sebenarnya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah. Kisahnya sebagai ibu kota sementara Jawa Tengah menjadi daya tarik yang tidak dimiliki daerah lain.

Masyarakat setempat pun berharap sejarah tersebut dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi di Kabupaten Purworejo.

Meski hanya menjadi ibu kota selama beberapa bulan, Desa Giyombong membuktikan bahwa sebuah desa terpencil pernah memainkan peran penting dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan Jawa Tengah pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: