Inibaru.id - Kalau ngomongin kuliner khas Kebumen, rasanya kurang lengkap tanpa menyebut Kecap Kentjana. Buat warga lokal, kecap ini bukan sekadar pelengkap masakan, tapi sudah seperti identitas rasa yang melekat sejak lama. Dari dapur rumahan sampai warung makan, botolnya hampir selalu bisa ditemukan di meja.
Banyak yang bilang rasa manisnya itu khas; nggak nyegrak, tapi tetap nendang. Gurihnya juga pas, bikin masakan terasa lebih “jadi”. Nggak heran kalau kecap ini tetap punya tempat di hati, meski harus bersaing dengan merek-merek nasional yang kini wara-wiri di televisi.
Tanti, salah satu penggemarnya, bahkan terang-terangan bilang, “paling cocok masak ayam kecap pakai kecap Kentjana lho, manisnya pas, gurihnya dapet, the best pokoknya,” di ulasan Google. Testimoni seperti ini bukan cuma datang dari satu dua orang. Banyak warga Kebumen yang merasa cita rasa masakan mereka berbeda kalau nggak menggunakan kecap Kentjana.
Perjalanan kecap ini juga nggak instan. Berdiri sejak tahun 1960, usaha ini dirintis oleh mendiang Cu Tian Kid. Tongkat estafet kemudian dilanjutkan oleh putranya, Iwan Setiawan, sejak 1970. Dari yang awalnya diproduksi di rumah kontrakan di kawasan Wonoyoso, kini pabriknya berdiri di Jalan HM Sarbini No 88C, Kebumen.
Tahun 2015 menjadi tonggak penting ketika usaha perseorangan ini resmi berbadan hukum dengan nama CV Srikandi Makmur Sejahtera. Sejak saat itu, jenama ini terus bertahan hingga sekarang.
Salah satu alasan kenapa kecap ini tetap dicari adalah komitmennya pada kualitas. Produk kecapnya dikenal tanpa tambahan pengawet, penguat rasa, pemanis buatan, maupun pewarna. Jadi, rasa legitnya memang berasal dari proses dan racikan yang dijaga turun-temurun.
Soal kemasan, Kentjana juga nggak mau ketinggalan zaman. Ada botol kaca 620 ml, refill standing pouch berbagai ukuran mulai dari 70 ml sampai 600 ml, botol plastik, bahkan kemasan besar seperti jeriken 3 kg dan 7,8 kg untuk kebutuhan usaha kuliner. Harganya pun relatif terjangkau, bikin pelanggan setia tetap bisa menikmati tanpa mikir dua kali.
Prestasinya juga nggak main-main. Kecap Kentjana pernah menyabet penghargaan sebagai Perusahaan Menengah Terbaik I dalam Kebumen Bisnis Forum dan mendapat predikat Organisation With Outstanding Performance dari PT Total Quality Indonesia. Soal kehalalan, produk ini juga sudah mengantongi sertifikasi halal dari MUI.
Pasarnya kini nggak cuma di Kebumen, tapi juga menjangkau Kedu Selatan, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, hingga Yogyakarta. Meski sudah lebih dari setengah abad berdiri, semangat berinovasinya tetap terasa.
Buat warga Kebumen, Kecap Kentjana bukan sekadar bumbu dapur. Ini adalah rasa rumah, kenangan masa kecil, dan kebanggaan daerah yang terus bertahan di tengah gempuran produk besar. Sekali dirasa, memang bikin susah pindah ke yang lain. Pernah mencobanya, Gez? (Arie Widodo/E07)
