BerandaHits
Selasa, 4 Mei 2026 23:47

Antusiasme Membludak, Festival Balon Udara Perdana di Tembalang Jadi Magnet Ribuan Warga

Ribuan warga memadati kawasan Tembalang, Kota Semarang, untuk menyaksikan festival balon udara perdana yang berlangsung meriah meski diwarnai kepadatan lalu lintas. (Inibaru.id/Yongki Arie W)

Festival balon udara perdana di Kota Semarang menarik banyak warga, namun tingginya antusiasme belum diimbangi kesiapan teknis sehingga memicu kemacetan dan kendala di lapangan.

Inibaru.id - Ribuan warga memadati kawasan Tembalang, Kota Semarang, Minggu (3/5) pagi. Sejak pagi hari, arus kendaraan sudah terlihat mengular menuju Lapangan Tembak kawasan Universitas Diponegoro.

Festival Balon Udara yang digelar dalam rangka HUT ke-479 Kota Semarang ini langsung menyedot perhatian publik. Bukan hanya warga lokal, pengunjung juga datang dari berbagai daerah sekitar seperti Demak, Kudus, Pati, Kendal, hingga Ungaran.

Bagi sebagian orang terutama yang tinggal di Semarang, ini adalah pengalaman pertama menyaksikan balon udara dari dekat tanpa harus pergi jauh ke luar kota.

Bagas (17), siswa SMK asal Pati yang sedang menjalani magang di Semarang, mengaku sengaja datang karena penasaran.

“Saya tahunya festival balon udara itu biasanya ada di Wonosobo. Pas dengar di Semarang ada, langsung pengin lihat. Lumayan seru, apalagi bisa lihat dari dekat,” ujarnya.

Jalanan Macet Parah

Namun, tingginya minat masyarakat tidak diimbangi dengan kesiapan teknis di lapangan. Sejak pukul 07.00 WIB, kemacetan panjang sudah terjadi di sepanjang Jalan Prof Soedarto, dari kawasan Muladi Dome hingga sekitar RSND.

Kendaraan roda dua maupun roda empat bahkan sempat tidak bergerak selama hampir dua jam. Banyak pengunjung akhirnya memilih turun dan berjalan kaki hingga beberapa kilometer demi mencapai lokasi acara.

Kemacetan panjang mengular di kawasan Tembalang, Kota Semarang, seiring membludaknya pengunjung Festival Balon Udara. (Inibaru.id/Yongki Arie W)

Kondisi ini membuat sebagian warga harus mengorbankan waktu dan tenaga lebih hanya untuk menikmati festival.

Saiful Anwar, warga Semarang, mengaku awalnya sangat antusias datang bersama keluarganya. Namun pengalaman di jalan membuatnya kecewa.

“Awalnya senang karena ada acara seperti ini di Semarang. Tapi macetnya parah sekali, hampir dua jam nggak bergerak. Jadi capek duluan sebelum sampai,” katanya.

Di lokasi acara, balon-balon udara raksasa tetap menjadi pusat perhatian. Warga terlihat antusias menyaksikan proses pengembangan balon, mengabadikan momen, hingga sekadar menikmati suasana.

Namun, tidak semua balon bisa terbang tinggi. Padatnya kerumunan di sekitar area peluncuran diduga menghambat proses teknis, termasuk pengisian gas.

Akibatnya, beberapa balon hanya melayang rendah, bahkan ada yang tidak dapat diterbangkan secara optimal.

Selain kemacetan dan kendala teknis, aspek lain seperti pengelolaan parkir, kebersihan, hingga pengendalian massa juga menjadi sorotan. Meski begitu, festival ini tetap menunjukkan satu hal penting: warga Semarang memiliki minat besar terhadap ruang-ruang hiburan publik yang bisa dinikmati bersama.

Festival balon udara di Tembalang mungkin belum berjalan sempurna. Namun dari riuhnya keramaian hari itu, terlihat jelas bahwa kota ini punya energi besar untuk menghadirkan event-event serupa, tentu dengan persiapan yang lebih matang di masa mendatang. (Ike/Inibaru.id)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: